Bontang, Nomorsatukaltim.com - Namanya kedai "Ngombe". Yang artinya minum. Memang di sana paling banyak sajian minumannya. Mulai dari aneka kopi, aneka olahan susu dan kopi, sampai yang tak ada kopinya sama sekali. Ngombe mulai bediri sejak 2019. Usaha tiga anak muda yang mencoba peruntungan. Karena anak muda, desainnya dirancang se-milenial mungkin. Sang pemilik namanya Achfrizal. Akrabnya disapa Afif. Usianya masih milenial. Kelahiran Bontang 25 tahun lalu. Masih muda, dan sudah punya modal. Ketimbang anak muda lainnya yang masih bergantung pada gaji. Afif berani melawan arus utama. Berwirausaha. Ayahnya pekerja swasta. Ibunya hanya seorang ibu rumah tangga. Seperti pada umumnya, ibu-ibu yang suka masak. Dan menyiapkan makanan selepas suami pulang kerja. Sekarang kedai Ngombe bisa beromzet Rp 60 juta sebulan. Sebelum pandemi lalu bahkan bisa 2 kali lipat. Covid memang menggerus sektor usaha rintisan seperti Ngombe. Di awal-awal Covid menyeruak. Bahkan, 5 orang karyawannya terpaksa dirumahkan. Kafenya sepi sekali. Bahkan, sehari tanpa pembeli. Lokasinya kedainya di jalan DI Padjaitan, Kelurahan Bontang Baru. Ruas jalan ini menuju Bontang Kuala. Kampung wisata pesisir di atas laut itu. Sebelumnya, Ngombe buka di Jalan Pattimura, Kelurahan Api-Api. Tapi harus pindah. Bukan sewa tempat yang habis, tapi berdiri mandiri. Bisnis berkawan memang rentan. Apalagi masih sama-sama muda semua. Merintis Ngombe bukan perkara mudah. Afif dulu pernah bekerja sebagai karyawan swasta. Upahnya sebulan cukup besar, ketimbang profesi yang sama di tempat lain. Titik balik perjuangan, katanya, dari melihat ayahnya. Yang pergi pagi, pulang petang. Dan tetap bekerja sampai umur 50an tahun. Apalagi kalau ada tugas dari atasan, bisa nggak pulang-pulang. Dinas luar kota. "Itu yang saya nggak suka di kantoran," ungkapnya. Sempat bekerja 4 tahun. Ia memberanikan diri merintis kedainya. Uang tabungannya belum genap. Tapi Afif tak pendek akal. Dua orang temannya diajak, merintis bersama-sama. Para karyawan juga temannya. Muda-mudi yang menganggur selepas SMA. Ada 7 orang sekarang. Semuanya temannya, teman sekolah atau teman dari teman. Beruntung. Pilihan memberdayakan teman paling efektif jadi marketing. Cerita dari mulut ke mulut berimbas positif. Usahanya ramai. Pelanggannya banyak teman, atau jadi teman baru. Yang mula-mula sesekali nongkrong. Kini hampir tiap hari. Tongkrongan ramai. Omzet meninggi. "Ya kalau teman-teman pasti ke sini semua mau nongki," ungkapnya. "Berteman dengan pengangguran ada hikmahnya. Karena masalah itu bukan dihindari, tapi dikelola," pungkasnya. (wal/eny)
Bertahan Andalkan Strategi Marketing Tertua
Selasa 08-09-2020,11:00 WIB
Reporter : Benny
Editor : Benny
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 01-03-2026,12:18 WIB
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Meninggal Dirudal, Siapa Pengganti Selanjutnya?
Minggu 01-03-2026,11:35 WIB
Iran Kecam Serangan AS dan Israel, Ancam Balasan Tegas serta Desak Dewan Keamanan PBB Bertindak
Minggu 01-03-2026,05:29 WIB
Ramalan Cuaca Kaltim dan IKN, 1 Maret 2026, Mayoritas Daerah Berpotensi Hujan!
Minggu 01-03-2026,08:36 WIB
Upaya Pemerintah Tingkatkan Kesejahteraan Guru Honorer
Minggu 01-03-2026,06:40 WIB
Gunung S Nyuatan, Surga Tersembunyi di Tanah Kutai Barat
Terkini
Minggu 01-03-2026,22:48 WIB
Pedro Acosta Puncaki Klasemen Sementara MotoGP, The Bezz Posisi 2
Minggu 01-03-2026,22:11 WIB
160 Orang Diperkirakan Tewas dalam Serangan Israel-AS ke Iran, 7 Lokasi di Teheran jadi Sasaran Rudal
Minggu 01-03-2026,21:41 WIB
Gubernur Kaltim Kembalikan Mobil Dinas Rp8,5 Miliar, Proses Pembatalan sedang Berlangsung
Minggu 01-03-2026,21:24 WIB
Satlantas Polres Kukar Patroli di Titik Rawan Balap Liar, Jika Tertangkan Motor Ditahan 3 Bulan
Minggu 01-03-2026,20:54 WIB