Bankaltimtara

Partikel Kabut Asap Akibat Karhutla Makin Berbahaya, Penyebab Utama ISPA

Partikel Kabut Asap Akibat Karhutla Makin Berbahaya, Penyebab Utama ISPA

Asap tebal akibat Karhutla menyebar merata di wilayah Berau.-Setiawan/Disway Kaltim-

BERAU, NOMORSATUKALTIM — Kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di Kabupaten Berau sebabkan ancaman polusi udara mikroskopis.

Partikel berukuran sangat kecil, yakni Particulate Matter (PM10) dan PM2.5, menjadi biang melonjaknya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA).

Penyuluh Penyehatan Lingkungan Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Berau, Amrullah menyebut, partikel tersebut diketahui memiliki dampak buruk bagi kesehatan organ pernapasan yang setara dengan bahaya menghirup asap rokok secara langsung.

Secara definisi, PM10 merujuk pada partikel debu atau kotoran berukuran lebih kecil dari 10 mikrometer. 

BACA JUGA:ISPA di Berau Masuk Tertinggi Se-Kaltim, Wabup Pesan ke Masyarakat Lakukan Hal Ini

“Kalau PM 10 ini, dia masih bisa disaring oleh bulu hidung,” ujarnya.

Sementara PM2.5 jauh lebih halus dengan ukuran kurang dari 2,5 mikrometer atau sekitar 30 kali lebih kecil dari sehelai rambut manusia. 

“Karena ukurannya yang sangat mikroskopis, partikel-partikel ini tidak dapat disaring oleh pertahanan alami,” ungkapnya.

BACA JUGA:Wabup Berau Kunjungi Puskesmas, Pastikan Pelayanan Kesehatan Maksimal di saat Kemarau

Lanjutnya, partikel tersebut leluasa menembus hingga ke bagian terdalam paru-paru (alveoli) bahkan menyusup ke dalam aliran darah manusia.

Amrullah membandingkan paparan partikel halus ini dengan aktivitas merokok pasif maupun aktif. 

“Ketika seseorang berada di luar ruangan dengan kualitas udara yang buruk akibat debu jalanan, emisi kendaraan, atau sisa pembakaran, setiap hirupan napas yang mereka lakukan membawa beban toksik." 

"Zat-zat asing dan logam berat yang menempel pada partikel tersebut merusak jaringan paru-paru secara perlahan, dengan mekanisme kerusakan yang mirip seperti paparan zat kimia berbahaya dalam asap rokok,” jelasnya.

Paparan jangka panjang terhadap PM10 dan PM2.5 terbukti memicu berbagai gangguan kesehatan serius. Selain memperparah kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan asma.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: