Bankaltimtara

Kabut Asap Sapa Pesisir Penajam, Hasil Uji Emisi Masih Tertahan di Samarinda

Kabut Asap Sapa Pesisir Penajam, Hasil Uji Emisi Masih Tertahan di Samarinda

Kabut asap menyelimuti Penajam, gambar diabadikan dari Teluk Balikpapan.-(Disway Kaltim/ Achmad Syamsir Awal)-

PENAJAM PASER UTARA, NOMORSATUKALTIM - Selimut kabut asap kini jadi pemandangan rutin pagi hari, di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Pantauan awak media ini pada Senin (31/8/2026) sekitar pukul 08.30 Wita menunjukkan kabut asap terlihat di kawasan pesisir Kecamatan Penajam.

Saat melintasi Teluk Balikpapan menggunakan moda transportasi tradisional klotok, jarak pandang tampak terganggu. Dermaga Pelabuhan Penajam yang biasanya terlihat jelas dari kejauhan, kini diselimuti kabut asap.

Sejumlah objek vital di kawasan pesisir juga terlihat samar. Mulai dari permukiman warga, kapal tugboat, kawasan industri, kilang Pertamina, hingga Jembatan Pulau Balang tertutup kabut dari kejauhan.

BACA JUGA: BMKG Sebut Kabut Asap di Balikpapan Dampak dari Karhutla Kalsel

BACA JUGA: Dampak Kabut Asap, Operator Penerbangan dan Pelayaran di Kalimantan Diminta Sesuaikan Jadwal

Fenomena ini diduga kuat dipicu oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di beberapa titik wilayah Kabupaten PPU dan sekitarnya.

Meski ancaman penurunan kualitas udara sudah di depan mata, kepastian tingkat bahayanya masih menggantung, menyusul belum keluarnya data resmi hasil uji emisi laboratorium dari Samarinda. 

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten PPU masih harus menanti rilis resmi hasil uji laboratorium dari DLH Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Kabupaten PPU, Rakhmadi, mengatakan pemantauan kualitas udara dan uji emisi secara rutin terus dilakukan setiap 3 bulan sekali. 

BACA JUGA: Kabut Asap Karhutla Makin Terasa di Balikpapan, 2 Penerbangan Sempat Delay

BACA JUGA: Polresta Samarinda Bagikan 10.000 Masker, Antisipasi ISPA di Tengah Kabut Asap

Alat pemantau telah dipasang di sejumlah lokasi strategis, mulai dari kawasan pemukiman, area perkantoran, hingga wilayah Kecamatan Babulu.

"Kami rutin melakukan uji emisi sesuai arahan DLH provinsi. Sampel dari beberapa titik pantau sudah kami kirim ke Samarinda. Namun, untuk hasil konkretnya kami masih menunggu pengiriman balik dari provinsi, karena DLH PPU saat ini belum memiliki fasilitas laboratorium uji sendiri," katanya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: