Hadapi El Nino, Pemkot Samarinda Siapkan Mitigasi Bencana 30 Hari Kedepan
Ilustrasi Kebakaran di Samarinda-Istimewa-
SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM – Wali Kota Samarinda, Andi Harun, meminta seluruh langkah antisipasi menghadapi ancaman El Niño ekstrem disusun berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan dengan setiap program dan anggaran pemerintah memiliki indikator kinerja atau Key Performance Indicator (KPI).
Pemerintah Kota Samarinda kini memperkuat mitigasi untuk 30 hari ke depan dengan fokus pada pencegahan karhutla, ketersediaan air bersih, pengendalian inflasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana setelah kemarau panjang.
“Anggaran tidak boleh sekadar formalitas rutin. Setiap rupiah yang dikeluarkan wajib berbasis KPI dan menjawab masalah nyata di lapangan. Susun program dengan metode ‘belanja masalah’,kenali masalahnya, tentukan solusi teknisnya, baru tentukan anggarannya,” tegas Andi Harun, Jumat (21/8/2026).
Andi Harun mengatakan, perubahan pola perencanaan anggaran diperlukan agar belanja pemerintah benar-benar menjawab persoalan masyarakat.
Setiap program harus memiliki tujuan yang jelas, solusi teknis yang terukur dan indikator yang dapat digunakan untuk melihat keberhasilannya.
Menurutnya, perangkat daerah harus memahami persoalan sebelum mengusulkan kebutuhan anggaran.
BACA JUGA:Dinkes Balikpapan Temukan 64 Jenis Jamu Mengandung BKO, Ada Obat Kuat hingga Pelangsing
Pola tersebut akan membuat setiap pengeluaran memiliki dasar yang kuat karena disusun berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Andi Harun juga mendorong pemetaan void atau lubang bekas tambang dengan memanfaatkan teknologi satelit. Pemetaan tersebut diperlukan untuk mengetahui potensi sumber air yang dapat dimanfaatkan bagi kebutuhan irigasi pertanian.
Namun, pemanfaatan air dari void harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Pemerintah tidak ingin sumber air yang belum diketahui kualitasnya langsung digunakan untuk kebutuhan masyarakat maupun pertanian.
“Jangan langsung digunakan. Kualitas airnya harus diuji terlebih dahulu secara ilmiah. Kita harus memastikan sumber air tersebut aman sebelum dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat maupun pertanian,” tegasnya.
BACA JUGA:Pemkab Kukar Launching Mars dan Hymne, Bupati Minta ASN Jangan Cuma Hafal Tapi Dihayati
Pemkot Samarinda juga menyetujui alokasi bantuan pompa air bagi kelompok tani yang berada di wilayah yang belum pernah mendapatkan dukungan serupa.
Bantuan tersebut akan diarahkan kepada kelompok yang benar-benar membutuhkan dan memiliki potensi pemanfaatan sumber air.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
