Bankaltimtara

Karhutla Marak di Kaltim, IKN Jadi Perhatian Khusus BPBD Kaltim

Karhutla Marak di Kaltim, IKN Jadi Perhatian Khusus BPBD Kaltim

Salah satu hasil pembangunan di kawasan IKN.-Awal/Disway Kaltim\-

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) mendapat perhatian khusus dalam pemantauan BPBD Kaltim.

Bahkan, kejadian dengan luasan kurang dari satu hektare tetap segera dikonfirmasi untuk memastikan api benar-benar telah padam.

Koordinator Pusdalops BPBD Kaltim, Cahyo Kristanto, mengatakan kawasan IKN kini menjadi wilayah tambahan dalam pembagian pemantauan.

“Fokus kami sementara ini tetap di kawasan IKN. Kami terus menjaga dan memantau wilayah tersebut,” kata Cahyo, Sabtu, (15/8/2026).

Perhatian tersebut, kata Cahyo, berkaitan dengan posisi IKN sebagai ibu kota baru. Kondisi itu membuat pengawasan terhadap kawasan tersebut mendapat porsi tersendiri.

BACA JUGA:OIKN Kukuhkan 52 Anggota Paskibra HUT ke-81 RI di Nusantara

“Kaltim sekarang sudah memiliki ibu kota di sana, sehingga tentu ada perhatian khusus. Karena itu, kami juga membagi wilayah kerja menjadi 11, termasuk kawasan IKN di luar 10 kabupaten dan kota,” ujarnya.

Meski demikian, BPBD Kaltim tidak menerapkan pola pemadaman yang berbeda secara khusus untuk IKN. Penekanan lebih diberikan pada pengawasan dan respons terhadap setiap laporan.

“Tidak ada penanganan yang berbeda. Kami hanya memberikan perhatian dan pemantauan lebih,” katanya.

Cahyo menceritakan, Salah satu kejadian terjadi pada Juli 2026 di sekitar Sepaku, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Luasan kebakaran disebut tidak sampai satu hektare.

BACA JUGA:Serius Kembangkan Sektor Pariwisata, DPUPR Berau Perkuat Infrastruktur Pendukung

“Beberapa waktu lalu ada kebakaran di sekitar KIPP, Sepaku, dengan luasan tidak sampai satu hektare,” ujar Cahyo.

Meski skalanya kecil, laporan tersebut tetap masuk dalam pemantauan. Setelah laporan harian dikirim, kondisi kebakaran kembali dikonfirmasi pada malam hari.

“Laporan harian langsung kami sampaikan. Tidak lama kemudian, sekitar pukul 22.30 Wita, kami mendapat telepon untuk memastikan apakah kebakaran di Sepaku sudah padam,” katanya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait