Bankaltimtara

Air Sungai Mahakam Surut, Pesut dan Tongkang Berebut Ruang di Alur Dalam

Air Sungai Mahakam Surut, Pesut dan Tongkang Berebut Ruang di Alur Dalam

Sungai Mahakam mulai surut saat puncak musim kemarau pada Agustus 2026.-DOK/Nomorsatukaltim-

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM- Kemarau mengubah persoalan Sungai Mahakam dari sekadar penurunan muka air menjadi persoalan ruang.

Ketika air surut dan hamparan pasir mulai muncul, pesut Mahakam harus bertahan di bagian sungai yang masih cukup dalam. Pada jalur yang sama, kapal dan tongkang tetap beroperasi.

Kondisi tersebut, meningkatkan risiko pertemuan. Pesut membutuhkan alur dalam untuk bergerak dan mencari makanan, sedangkan kapal membutuhkan jalur serupa agar tidak kandas.

Peneliti Yayasan Konservasi Rare Aquatic Species of Indonesia (RASI), Danielle Kreb, mengingatkan aktivitas kapal besar perlu memperhatikan jalur yang digunakan pesut.

BACA JUGA: Air Sungai Mahakam Semakin Surut, Pemkab Mahulu Terbitkan SK Status Siaga Darurat

"Kami juga mengimbau jangan sampai ada yang masih mondar-mandir, terutama kapal besar, karena itu pasti bersinggungan dengan jalur dalam. Itu menambah bahaya atau risiko tertabrak dengan pesut," ungkap Danielle, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Sungai Mahakam memiliki panjang sekitar 920 kilometer. Namun, pesut Mahakam atau Orcaella brevirostris tidak menggunakan seluruh bagian sungai dengan cara yang sama.

Satwa tersebut memilih perairan berdasarkan kedalaman dan ketersediaan makanan. Ketika muka air turun, pilihan habitat ikut berubah.

Tepian sungai terbuka dan pasir muncul, sementara bagian yang masih dalam menjadi semakin penting bagi pergerakan pesut.

BACA JUGA: Air Laut Mulai Masuk Sungai Mahakam, Perumdam Terpaksa Lakukan Langkah Ini Jika Kadar Klorida Terlalu Tinggi

Di titik itulah aktivitas pelayaran menjadi risiko. Pesut dapat berada di bawah permukaan saat kapal melintas sehingga keberadaannya tidak selalu terlihat dari atas kapal. Risiko juga berasal dari baling-baling.

Gangguan suara menjadi persoalan lain. Pesut mengandalkan sistem sonar alami untuk membaca kondisi di sekitarnya.

Kebisingan kapal dapat mengganggu kemampuan tersebut. Tekanan terhadap ruang sungai juga datang dari tongkang yang parkir.

Dalam laporan YK RASI, badan tongkang selama musim kemarau dapat menyita sekitar dua pertiga lebar sungai dan lebih dari setengah kedalaman anak sungai yang mengalami penyusutan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: