Bankaltimtara

Penerbangan di APT Pranoto Samarinda Masih Aman dari Gangguan Kabut Asap

Penerbangan di APT Pranoto Samarinda Masih Aman dari Gangguan Kabut Asap

Aktivitas penerbangan di Bandara APT Pranoto Samarinda dipastikan masih aman dari kabut asap karhutla.-(Ilustrasi/ Dok. Disway Kaltim)-

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM – Operasional penerbangan di Bandar Udara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), masih aman dari gangguan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Kondisi jarak pandang di sekitar bandara masih dinilai aman sehingga aktivitas penerbangan dan pergerakan penumpang tetap berjalan normal.

Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas I APT Pranoto, I Kadek Yuli Sastrawan mengatakan, hingga Sabtu, 22 Agustus 2026, belum terdapat dampak kabut asap terhadap operasional penerbangan maupun jarak pandang di bandara.

"Sejauh ini belum ada, dan semoga tidak ada dampak terhadap operasional penerbangan maupun jarak pandang di bandara," kata Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas I APT Pranoto, I Kadek Yuli Sastrawan.

BACA JUGA: Karhutla Bontang Meningkat, Bontang Selatan Catat Kasus dan Lahan Terbakar Terluas

Aktivitas penerbangan dan pergerakan penumpang di Bandara APT Pranoto juga masih berlangsung stabil.

Dalam periode 1-21 Agustus 2026, bandara tersebut melayani 40.336 pengguna jasa penerbangan. Jumlah itu terdiri atas 19.897 penumpang yang tiba di Samarinda dan 20.439 penumpang yang berangkat dari Kota Tepian.

Meski kondisi saat ini masih aman, pengelola Bandara APT Pranoto telah menyiapkan langkah antisipasi jika kabut asap karhutla mulai berdampak terhadap aktivitas penerbangan.

Salah satunya dengan memastikan fasilitas di terminal penumpang dilengkapi pendingin sekaligus penyaring udara.

BACA JUGA: Karhutla Meluas, Pemkab Berau Ajukan Rekayasa Cuaca dan Water Bombing ke BNPB

"Selain itu, juga terdapat fasilitas kesehatan, yaitu Balai Karantina Kesehatan yang bersiaga. Jika nantinya memang terdampak asap, maka seluruh pengguna jasa akan diimbau untuk menggunakan masker," katanya.

Otoritas Bandara APT Pranoto juga terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), AirNav, kepolisian, serta maskapai penerbangan untuk mengantisipasi kemungkinan dampak kabut asap.

Diketahui, kewaspadaan terhadap kabut asap meningkat seiring tingginya aktivitas titik panas di Kalimantan Timur (Kaltim).

Dilansir dari Antara, BMKG mencatat 11.869 titik panas terdeteksi di berbagai wilayah Kaltim selama periode 1-21 Agustus 2026. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: antara

Berita Terkait