PGRI Paser Belengkong Hidupkan Semangat Kemerdekaan RI Lewat Karnaval
Pawai kemerdekaan di Kecamatan Paser Belengkong yang digelar oleh PGRI cabang setempat.-(Disway Kaltim/ Sahrul)-
PASER, NOMORSATUKALTIM – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia (RI) mulai terasa di Kabupaten Paser.
Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Paser Belengkong menggelar lomba karnaval dan pawai kemerdekaan yang melibatkan peserta dari berbagai jenjang pendidikan hingga masyarakat umum.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 13 Agustus 2026 tersebut, diikuti sebanyak 27 peserta.
Peserta berasal dari tingkat Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), serta kategori umum dari masyarakat di wilayah Paser Belengkong.
BACA JUGA: Efisiensi, HUT RI ke-81 di Samarinda Tanpa Pawai Pembangunan, Ganti Cek Kesehatan Gratis
Beragam kreativitas ditampilkan para peserta dalam pawai tersebut. Nuansa kemerdekaan terlihat dari berbagai atribut, kostum, hingga kreasi yang dibawa peserta sepanjang rute karnaval.
Ketua Penanggung Jawab Kegiatan, Lilis, mengatakan kegiatan tersebut bukan kali pertama digelar dalam perayaan Kemerdekaan RI.
Karnaval dan pawai kemerdekaan PGRI Paser Belengkong tahun ini merupakan pelaksanaan yang ketiga dan diharapkan dapat terus menjadi agenda rutin setiap tahun.
“Alhamdulillah ini sudah yang ketiga kalinya. Peserta berasal dari tingkat TK, SD, SMP, SMA, hingga masyarakat umum di wilayah Paser Belengkong,” kata Lilis.
BACA JUGA: Semarak HUT ke-81 RI, Wartawan dan Mitra PWI Kaltim Bakal Adu Skill di Meja Biliar
Menurutnya, antusiasme peserta menjadi salah satu alasan kegiatan tersebut terus dipertahankan. Selain menjadi sarana untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI, kegiatan tersebut juga memberikan ruang bagi guru, siswa, dan masyarakat untuk menampilkan kreativitas melalui kegiatan yang bersifat edukatif sekaligus menghibur.
Pawai kemerdekaan tersebut mengambil titik awal sekaligus titik akhir di depan Museum Sadurengas. Pemilihan lokasi tersebut tidak hanya mempertimbangkan aspek teknis pelaksanaan kegiatan, tetapi juga memiliki nilai sejarah bagi masyarakat Paser.
Dari lokasi tersebut, peserta kemudian bergerak menyusuri rute yang telah disiapkan panitia. Rombongan pawai melintasi kawasan pasar hingga menuju area KUA sebelum kembali ke titik awal di depan Museum Sadurengas.
Panitia juga memberikan perhatian khusus kepada peserta dari kategori TK. Mengingat usia peserta yang masih dini, rute yang diberikan dibuat lebih singkat dibandingkan peserta dari jenjang pendidikan lainnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
