Bankaltimtara

Progres Landside Bandara Rantau Panjang Capai 50 Persen, Rute Perintis Samarinda Diusulkan Mulai 2027

Progres Landside Bandara Rantau Panjang Capai 50 Persen, Rute Perintis Samarinda Diusulkan Mulai 2027

Kepala OTBAN Wilayah VII, Ferdinan Nurdin, memaparkan progres pembangunan Bandara Rantau Panjang kepada Komisi III DPRD Kaltim. -ist/OTBAN Wilayah VII-

BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM – Pembangunan Bandar Udara Rantau Panjang di  Paser masih berlangsung secara bertahap. 

Hingga saat ini, pembangunan sisi darat (landside) telah mencapai sekitar 50 persen. 

Sedangkan pembangunan sisi udara (airside) baru sekitar 25 persen.

Di tengah progres tersebut, Otoritas Bandar Udara Wilayah VII juga mengusulkan pembukaan rute penerbangan perintis Rantau Panjang–Samarinda pulang pergi pada Tahun Anggaran 2027, sebagai langkah awal menyiapkan operasional Bandar Udara.

Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah VII, Ferdinan Nurdin, mengatakan perkembangan pembangunan Bandara Rantau Panjang ini telah dibahas bersama Komisi III DPRD Kaltim. 

BACA JUGA:Pemkot Balikpapan Akui Penghematan WFA Belum Signifikan, Banyak ASN Masih Bekerja dari Kantor

Dalam pembahasan tersebut, pihaknya memaparkan perkembangan pembangunan, kondisi terkini, hingga langkah strategis yang perlu ditempuh untuk melanjutkan proyek tersebut.

"Berdasarkan hasil kajian teknis, pembangunan Bandar Udara Rantau Panjang pada prinsipnya telah memenuhi berbagai persyaratan dasar," kata Ferdinan, pada Jumat (7/8/2026).

Meski demikian, menurutnya, pemerintah tetap perlu mempertimbangkan sejumlah hal. 

Seperti kondisi riil di lapangan, potensi pertumbuhan kawasan pada masa mendatang, proyeksi kebutuhan transportasi udara, aspek keberlanjutan operasional bandar udara, serta kejelasan skema pengelolaan agar nantinya dapat beroperasi secara optimal.

Ferdinan juga menyebut, keberadaan Bandara Rantau Panjang tidak hanya diproyeksikan menjadi simpul konektivitas transportasi udara di Paser. 

Tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi barang, mendukung sektor logistik dan angkutan kargo, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

"Kehadiran Bandar Udara Rantau Panjang diharapkan tidak hanya menjadi simpul konektivitas transportasi udara, tetapi juga mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah," ujarnya.

BACA JUGA:Usai Kasus Pengeroyokan Guru, DPRD Balikpapan Tekankan Pengawasan Orang Tua dan Etika Guru Saat Menegur

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait