Pasokan BBM Bersubsidi di Kutim Dibatasi, Antrean SPBU Memanjang
Sejumlah pengendara mengantre untuk mendapatkan BBM bersubsidi di SPBU Sangatta.-Sakiya/Disway Kaltim-
KUTIM, NOMORSATUKALTIM - Antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kutim memanjang sejak beberapa hari terakhir.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim memastikan kondisi tersebut dipicu terbatasnya pasokan BBM bersubsidi.
Bukan karena adanya pengurangan kuota untuk daerah.
Kepala Disperindag Kutim, Nora Ramadani, menjelaskan bahwa persoalan utama terletak pada volume produksi BBM bersubsidi yang saat ini lebih sedikit dibandingkan kebutuhan di lapangan.
Kondisi itu membuat distribusi menjadi terbatas sehingga memicu antrean panjang di sejumlah SPBU.
BACA JUGA:Pemkab Kutim Siapkan Rp 25 Miliar untuk Suntik Modal Dua BUMD
“Yang diantri masyarakat itu BBM bersubsidi. Produksi BBM bersubsidi dari Pertamina saat ini memang sangat sedikit, sehingga barangnya menjadi langka dan masyarakat berebut mendapatkan pasokan yang tersedia,” ujar Nora.
Ia menegaskan, hingga kini pemerintah daerah tidak menerima informasi mengenai pengurangan kuota BBM bersubsidi untuk Kutai Timur.
Menurutnya, apabila produksi nasional menurun, maka jumlah pasokan yang diterima daerah otomatis ikut berkurang meski alokasi kuotanya tidak berubah.
BACA JUGA:FPK Tuntas Terbentuk di 18 Kecamatan, Bupati Ardiansyah Tekankan Peran Jaga Kondusivitas
“Tidak ada pengurangan kuota untuk Kutai Timur. Hanya saja kalau produksinya sedikit, tentu pengiriman ke daerah juga ikut berkurang."
"Jadi persoalannya bukan di kuota, melainkan pada ketersediaan barang,” katanya.
Selain persoalan pasokan, Disperindag juga menyoroti masih adanya kendaraan yang dinilai tidak layak menggunakan BBM bersubsidi.
Nora mengaku menerima laporan mengenai mobil dengan kapasitas mesin besar yang ikut mengantre di SPBU.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
