Bankaltimtara

Sisa Menu MBG di Muara Jawa Dimanfaatkan untuk Budidaya Maggot

Sisa Menu MBG di Muara Jawa Dimanfaatkan untuk Budidaya Maggot

Petugas memberi makan ikan nila menggunakan maggot yang mengonsumsi MBG.-(Disway Kaltim/ Chandra)-

MUARA JAWA, NOMORSATUKALTIM – Sisa makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak habis dikonsumsi siswa SMA Negeri 1 Muara Jawa, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, mulai dimanfaatkan untuk budidaya maggot.

Sisa makanan tersebut dikumpulkan dan dibawa ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Reduce, Reuse, Recycle (TPST 3R) yang dikelola Gerakan Muara Jawa Bersih (GMJB). Saat ini, sisa makanan yang masuk mencapai sekitar 10 kilogram per hari.

Camat Muara Jawa, Muhammad Ramli, mengatakan, pengelolaan sisa makanan MBG dilakukan agar makanan yang tidak habis dikonsumsi siswa tidak berakhir sebagai limbah yang terbuang sia-sia.

Namun, menurutnya, kondisi ideal bukan semakin banyaknya sisa makanan yang masuk ke TPST 3R. Ia berharap seluruh makanan dalam program MBG dapat dihabiskan oleh penerima manfaat.

BACA JUGA: Dari Sampah Organik, Maggot di Muara Jawa Kaltim Ini Diolah Jadi Pupuk dan Pakan Ternak

“Kita berharap sebenarnya MBG itu jangan sampai terbuang ke sini. Kalau terbuang ke sini, berarti MBG itu gagal,” kata Ramli saat ditemui, pada Minggu (19/7/2026).

Ia menilai keberadaan sisa makanan dari program MBG juga dapat menjadi bahan evaluasi terhadap pelaksanaan program tersebut. 

Meski TPST 3R telah siap mengolah sisa makanan yang masuk, Ramli berharap jumlahnya tidak terus meningkat seiring meluasnya pelaksanaan program MBG di sekolah-sekolah.

“Kalau ada sisa, berarti harus dievaluasi. Jangan sampai kemudian setiap hari yang masuk ke sini semakin banyak,” ujarnya.

BACA JUGA: LBH Samarinda Kritik Program MBG, Minta Pelaksanaan Dievaluasi Total

Pengelolaan sisa makanan MBG tersebut menjadi bagian dari aktivitas TPST 3R Muara Jawa yang setiap harinya menangani sekitar 30 hingga 35 ton sampah.

Selain sampah dari rumah tangga dan rumah makan di Muara Jawa, TPST 3R tersebut juga menampung sampah dari Kecamatan Samboja dan Samboja Barat. 

Penanganan sampah dari dua kecamatan tersebut dilakukan sementara karena tempat pembuangan akhir (TPA) di wilayah tersebut belum dapat digunakan.

“Ditambah lagi sampah dari kecamatan tetangga, yaitu Samboja dan Samboja Barat. Saat ini kita tampung di sini karena di sana TPA-nya sedang tidak boleh dibuka,” jelas Ramli.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: