Sisa Menu MBG di Muara Jawa Dimanfaatkan untuk Budidaya Maggot
Petugas memberi makan ikan nila menggunakan maggot yang mengonsumsi MBG.-(Disway Kaltim/ Chandra)-
BACA JUGA: Enam Kampung di Berau Ditargetkan jadi Sentra Budidaya Ikan Sistem Bioflok
Adapun pada 2027, program tersebut ditargetkan memasuki tahap exit program dan berkembang menjadi pusat pembelajaran pengelolaan sampah organik atau center of learning di Muara Jawa.
“Harapannya nanti bisa ditingkatkan ke tingkat Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, hingga mungkin nanti ke arah nasional,” jelasnya.
Namun, dalam pengembangannya, Biokosmos masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya adalah pasokan sampah organik yang belum stabil.
“Kadang pasokan sampah organiknya tidak menentu. Selain itu, ketika kami sudah memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik, kenyataannya masih sering tercampur,” ungkapnya.
BACA JUGA: Berpotensi Ekspor, DKP Kukar Mulai Uji Coba Budidaya Kerapu Cantang di Anggana
Seiring berkembangnya aktivitas pengolahan, kebutuhan tenaga kerja juga meningkat. Pengelola membutuhkan tambahan sumber daya manusia sekaligus peningkatan kapasitas untuk mendukung operasional dan melayani masyarakat yang ingin belajar mengenai pengelolaan sampah organik.
Edukasi mengenai pemilahan sampah juga terus dilakukan melalui pengurus dan jaringan bank sampah di Muara Jawa Ulu.
Pertamina Hulu Sanga Sanga turut memfasilitasi tempat sampah tiga jenis, yakni organik, anorganik, dan B3, yang ditempatkan di sejumlah fasilitas umum yang menjadi titik pembuangan sampah masyarakat.
“Namun penyediaan tempat sampah terpilah di tingkat rumah tangga masih dilakukan secara mandiri oleh masing-masing warga,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
