Bankaltimtara

Rita Buka-bukaan, Tegas Bantah Keterkaitan Aset Sitaan KPK

Rita Buka-bukaan, Tegas Bantah Keterkaitan Aset Sitaan KPK

Mantan Bupati Kukar,Rita Widyasari saat podcast bersama Disway Kaltim.-Rahmat/Disway Kaltim-

KUKAR, NOMORSATUKALTIM - Mantan Bupati Kukar Rita Widyasari mempertanyakan pengelolaan sejumlah aset yang disita penyidik dalam perkara yang menjerat dirinya. 

Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber dalam podcast Disway Kaltim pada Rabu 24 Juni 2026 lalu.

Dalam pernyataannya, Rita meminta agar aparat penegak hukum memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat terkait keberadaan dan pengelolaan barang-barang sitaan tersebut.

"Jelaskan kepada rakyat uangnya ditaruh di mana. Kan Rp 52 miliar sudah diambil, belum lagi yang diambil di tempat Pak Said dan Pak Robet. Yang saya protes itu bukan uang saya," ujar Rita. 

BACA JUGA:Merasa jadi Korban Kriminalisasi, Rita Sampaikan Keluh Kesah di Akun Medsos Pribadi

Dia juga menyinggung penyitaan barang-barang mewah, termasuk koleksi jam tangan yang menurut informasi dari keluarganya berjumlah puluhan unit.

"Saya dengar dari keluarga yang datang ke sini, ada sekitar 97 jam tangan yang diambil penyidik. Jam itu nantinya akan diapakan? Itu yang menjadi pertanyaan," katanya. 

Rita menegaskan bahwa barang-barang yang disita tersebut, menurut pengakuannya, bukan merupakan harta milik pribadinya. Ia bahkan menyatakan tidak ada satu pun kendaraan yang disita di sejumlah lokasi yang berkaitan langsung dengan dirinya. 

"Saya sudah bilang kepada penyidik, tidak perlu repot-repot. Kalau ada satu mobil saja di tempat Pak Yapto, Pak Said, Pak Lasno, atau Pak Lasdari yang terbukti milik saya, potong tangan saya. Tidak ada harta saya di situ," ucap Rita.

BACA JUGA:Rita Widyasari Belum Pikirkan Politik 2030, Fokus Perjuangkan Nama Baik dan Tetap Mengabdi untuk Masyarakat

Selain itu, dia menyoroti pentingnya perawatan terhadap aset yang telah disita negara. 

Menurut dia, barang bukti berupa rumah maupun kendaraan seharusnya tetap dijaga kondisinya selama berada dalam penguasaan aparat. 

"Saran saya, kalaupun mobil disita, tolong dirawat. Salah satu buktinya rumah saya yang disita sejak 2018 di depan pendopo tidak dirawat. Mudah-mudahan mobil kakak saya yang disita juga dirawat. Kalau tidak, kami akan memprotes," tuturnya.

BACA JUGA:Disambut Meriah Warga, Rita Widyasari Pulang ke Tenggarong Setelah Hampir 10 Tahun Jalani Masa Tahanan

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait