Bankaltimtara

Meneladani Cara Hidup Rasulullah saat Diterpa Krisis Ekonomi yang Sulit

Meneladani Cara Hidup Rasulullah saat Diterpa Krisis Ekonomi yang Sulit

Ilustrasi masyarakat di Madinah di masa nabi Muhammad.-AI-

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM - Dalam beberapa waktu terakhir ini, kondisi ekonomi Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Naiknya harga kebutuhan pokok menjadi ujian yang dirasakan oleh masyarakat. 

Sulitnya situasi ekonomi seperti ini sebenarnya juga pernah dialami oleh Rasulullah SAW. 

Dalam menghadapi kondisi seperti ini Rasulullah SAW justru mengajarkan kesederhanaan, kesabaran, serta kebersamaan dengan tetap melakukan ikhtiar dan tawakkal. 

Sebagai orang yang beriman, kita meyakini bahwa setiap kesulitan pasti mengandung hikmah dan setiap ujian telah Allah sertai dengan jalan keluar. 

BACA JUGA:Catcalling Sama Dengan Bentuk Pelecehan Verbal, Begini Penjelasannya dalam Islam

Belakangan ini kita bersama-sama merasakan semakin beratnya kehidupan ekonomi. Harga berbagai kebutuhan pokok dan barang-barang lainnya mengalami kenaikan. Kondisi ini tentu berpengaruh terhadap daya beli kita dan menimbulkan kegelisahan dalam kehidupan ekonomi rumah tangga. 

Namun sesungguhnya, ujian ekonomi seperti ini bukanlah hal yang baru. Pada masa Rasulullah SAW, masyarakat Madinah juga pernah mengalami kenaikan harga dan kesulitan ekonomi. 

Dikutip dari nu online, dalam Kitab Kanzul Ummal dikisahkan bahwa harga-harga di Kota Madinah melambung dan kesulitan semakin berat. Dalam situasi seperti itu, Rasulullah saw. tidak mengajarkan kepanikan, tetapi mengajarkan kesabaran, kebersamaan, serta keyakinan kepada keberkahan Allah Swt. 

BACA JUGA:Saat Hak Guru Tidak Terbayarkan Sesuai Tanggungjawabnya, Bagaimana Pandangan Islam?

Rasulullah mengingatkan bahwa Allah telah memberi karunia keberkahan dalam kebersamaan. Rasulullah menyebutkan bahwa makanan satu orang cukup untuk dua orang, makanan dua orang cukup untuk empat orang, dan makanan empat orang cukup untuk lima atau enam orang.

Dari situasi sulit di zaman Rasulullah ini, beliau telah mengajarkan tiga hal penting. Yaitu kesabaran, optimisme, dan kebersamaan. 

Kesulitan ekonomi tidak boleh menjadikan kita saling menjatuhkan, memutus silaturahim, atau hanya memikirkan diri sendiri. 

Justru pada saat seperti inilah semangat gotong royong, saling membantu, dan berbagi kepada sesama harus semakin diperkuat. 

Rasulullah pun menyampaikan pesan dan kabar gembira kepada para pedagang, yang merupakan mata rantai dalam pemenuhan kebutuhan hidup orang banyak. Kabar gembira ini tertuang dalam hadits yang diriwayatkan Imam Ibnu Majah: 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: