Haji Andre Pimpin KONI Kaltim Periode 2026-2030
Anderiy Syachrum saat ditetapkan sebagai Ketua KONI Kaltim periode 2026-2030. -istimewa-
SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM - Anderiy Syachrum resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum KONI Kaltim periode 2026-2030. Pemilihan berlangsung melalui Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Kaltim, pada Rabu (4/6/2026) lalu di Samarinda.
Terpilihnya pria yang kerap disapa Haji Andre itu menjadi awal kepemimpinan baru KONI Kaltim dalam menghadapi sejumlah agenda penting olahraga nasional. Termasuk menyiapkan atlet dan cabang olahraga menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Ia dihadapkan pada tugas menjaga prestasi olahraga daerah sekaligus memperkuat sistem pembinaan atlet di tengah tantangan keterbatasan anggaran.
“Amanah ini bukan sekadar jabatan, tetapi tanggung jawab besar untuk membawa olahraga Kalimantan Timur menjadi lebih maju, lebih profesional, dan lebih berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Anderiy.
Menurutnya, kepercayaan yang diberikan seluruh pemilik suara dalam Musorprov menjadi modal penting untuk membangun sinergi antar-cabang olahraga dan KONI daerah.
Ia menegaskan seluruh program yang akan dijalankan nantinya diarahkan untuk meningkatkan kualitas pembinaan atlet dan memperkuat prestasi Kalimantan Timur di berbagai ajang olahraga.
Usai ditetapkan sebagai ketua terpilih, Anderiy menjelaskan langkah pertama yang akan dilakukan adalah menyusun formatur kepengurusan baru KONI Kaltim. Sesuai ketentuan organisasi, proses pembentukan kepengurusan diberikan waktu maksimal 30 hari sejak penetapan hasil Musorprov.
BACA JUGA:Kejurprov Road Race Seri 4 Digelar di Tenggarong Seberang, Pembalap Kaltim Siap Bersaing
“Yang jelas dalam waktu dekat kita menyusun formatur karena dikasih waktu maksimal 30 hari. Insyaallah mudah-mudahan bisa lebih cepat untuk membentuk kepengurusan,” katanya.
Ia menuturkan kepengurusan yang akan dibentuk nantinya diharapkan mampu bekerja secara efektif dan memiliki komitmen kuat terhadap pengembangan olahraga daerah.
Struktur organisasi yang solid dinilai menjadi fondasi penting untuk menjalankan berbagai program pembinaan atlet dan peningkatan prestasi.
Haji Andre mengakui salah satu tantangan terbesar yang dihadapi dunia olahraga saat ini adalah keterbatasan anggaran pembinaan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena hampir seluruh cabang olahraga membutuhkan dukungan pendanaan yang cukup untuk menjalankan program latihan, kompetisi, hingga pengembangan atlet usia dini.
“Dari semua cabang olahraga, yang paling dibutuhkan pasti biaya. Jadi mungkin kemitraan dengan pihak lain, supaya kita tidak terlalu bergantung dengan fiskal pemerintah. Semoga ada jalan untuk bantuan dari pihak-pihak lain, baik bapak asuh, bapak angkat maupun sponsor."
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
