RS Bhakti Nugraha Tutup, Dinkes Sebut Terkendala Finansial
RS Bhakti Nugraha di Jalan KH Abdurrasyid, Samarinda resmi menutup operasionalnya akibat kendala finansial.-(Disway Kaltim/ Ari Rachiem)-
SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM – Rumah sakit swasta yang cukup lama melayani warga Kota Samarinda, RS Bhakti Nugraha resmi menghentikan operasional mulai Senin, 1 Juni 2026.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda menyebut penutupan rumah sakit swasta tersebut berkaitan dengan persoalan finansial dan tekanan kondisi ekonomi.
Keputusan penghentian layanan itu telah diketahui pemerintah daerah sejak awal Mei 2026 setelah manajemen RS Bhakti Nugraha menyampaikan surat resmi kepada Dinkes Samarinda.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, dr Ismid Kusasih, membenarkan bahwa rumah sakit yang berlokasi di Jalan KH Abdurrasyid, Samarinda tersebut telah resmi berhenti beroperasi.
BACA JUGA: Pemkot Samarinda versus Pemprov Kaltim: Lahan RS Korpri Disegel
BACA JUGA: Update Pembangunan RSUD AMS II, Pemprov Kaltim Fokus Tuntaskan Izin
“Benar, RS Bhakti Nugraha tutup mulai hari ini, 1 Juni 2026,” ujar Ismid saat dikonfirmasi, Selasa (2/6/2026).
Ismid menjelaskan, pemerintah daerah sudah mengetahui rencana penghentian operasional rumah sakit jauh sebelum keputusan itu diumumkan kepada masyarakat luas.
“Karena kondisi pasar, ekonomi dan berbagai pertimbangan lainnya,” kata Ismid.
Menurut Ismid, RS Bhakti Nugraha merupakan salah satu rumah sakit swasta yang telah lama berdiri di Kota Samarinda dan selama bertahun-tahun memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, sehingga keputusan penghentian operasional ini tentu menjadi perhatian pemerintah daerah.
BACA JUGA: Terbentur Regulasi Kemendagri, Operasional RSUD Tanjung Redeb Mundur
BACA JUGA: Hasil Audit Internal Kasus Bayi S di RSUD AWS Samarinda, Perlu Benahi Pelayanan
Ia berharap pelayanan kesehatan di Kota Samarinda tetap berjalan lancar karena rumah sakit lain yang masih beroperasi dinilai mampu menopang kebutuhan layanan masyarakat, termasuk pelayanan kesehatan rujukan maupun penanganan pasien umum.
“Semoga pelayanan kesehatan di Kota Samarinda tetap berjalan dengan baik dan lancar, karena fasilitas rumah sakit yang masih beroperasional mampu meng-cover kebutuhan masyarakat Samarinda terhadap layanan rumah sakit,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
