Darurat Narkoba Menyerang Anak Muda Bontang, Ini Pesan Pemerintah
Wali Kota Bontang Neni Moerniani.-dok/Michael/Disway Kaltim-
BONTANG, NOMORSATUKALTIM - Pemkot Bontang menyebut Kota Taman dilanda darurat narkoba. Pasalnya, baru-baru ini polisi justru menangkap dua orang remaja, yang terbukti hendak mengedarkan sabu seberat 800 gram.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menyebut, kondisi ini sudah layak disebut darurat narkotika.
Apalagi, sasarannya tidak lagi orang dewasa. Tetapi remaja yang akan menjadi masa depan daerah.
“Saya sangat prihatin dengan peredaran narkoba di Bontang. Kota kita kecil, tapi tingkat peredarannya cukup tinggi."
"Apalagi, sasarannya ini para remaja. Mereka tidak hanya menggunakan, tetapi ikut terlibat mengedarkan,” katanya, Kamis, 28 Mei 2026.
Kondisi itu ia simpulkan karena dalam beberapa waktu terakhir, banyak sekali remaja di kota yang dipimpinnya itu terjerat kasus peredaran narkotika.
Sebelumnya, seorang remaja berusia 19 tahun yang ditangkap Polairud Polres Bontang.
Setelah itu, dua remaja lagi yang ditangkap membawa sabu hampir satu kilogram. Sabu itu disimpan di rumahnya. Pemerintah juga mencatat ada anak berusia 14 tahun yang menjadi pengguna aktif narkotika.
“Ini menjadi perhatian serius kita semua,” ucapnya.
Neni pun meminta orang tua untuk tidak lengah dalam mengawasi anak-anaknya. Terutama di tengah derasnya arus informasi di era digital.
“Orang tua harus meluangkan waktu untuk anak. Bukan hanya soal lamanya bersama, tapi kualitas komunikasi yang terjalin. Itu jauh lebih penting,” jelasnya.
BACA JUGA:6 Koperasi Merah Putih Mulai Dibangun di Bontang
Ia juga menyoroti pengaruh media sosial dan perkembangan teknologi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

