Gadis 15 Tahun di Berau Digilir 5 Pria, Modus Jebak dengan Rekaman Video
Ilustrasi kekerasan seksual.-istimewa-
BERAU, NOMORSATUKALTIM — Dugaan kekerasan seksual terhadap seorang remaja perempuan berusia 15 tahun di Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau, akhirnya terkuak.
Aparat Polsek Teluk Bayur meringkus 5 pria yang diduga kuat terlibat dalam perbuatan bejat tersebut pada Rabu 20 Mei 2026.
Mirisnya, aksi kekerasan seksual yang didalangi pria berinisial YH (39) ini dilakukan dengan menyusun skenario berupa jebakan video untuk memeras dan melampiaskan nafsu bejatnya kepada korban yang masih di bawah umur.
Kapolsek Teluk Bayur, AKP Budi Witikno mengungkapkan, bahwa kasus ini bermula dari sebuah rencana licik yang diotaki oleh YH pada Rabu 25 Maret 2026 lalu.
BACA JUGA: Diduga Cabuli 5 Siswi Disabilitas, Guru Agama di Berau Ditangkap Polisi
Saat itu, YH menyuruh pelaku lain yang masih berusia remaja, TA (18), untuk menyetubuhi korban.
Di saat aksi tersebut berlangsung, YH secara sembunyi-sembunyi merekam peristiwa tersebut menggunakan ponselnya. Setelah video rekaman didapat, YH memerintahkan TA untuk segera kabur.
"Pelaku YH kemudian menggunakan rekaman video tersebut sebagai senjata untuk mengancam korban. Jika korban menolak melayani nafsu bejatnya, video tersebut diancam akan disebarkan," ujar AKP Budi dalam keterangan resminya, Kamis 21 Mei 2026.
Di bawah tekanan dan rasa takut, korban akhirnya menuruti kemauan YH. Berdasarkan hasil pemeriksaan kepolisian, YH tercatat melancarkan aksi bejatnya sebanyak 2 kali.
BACA JUGA: Santriwati Diduga Jadi Korban Pelecehan di Ponpes Berau, Oknum Pengasuh Ditangkap
Tidak berhenti di situ, YH bahkan menggilir korban kepada rekan-rekannya yang lain. Secara bergantian, 3 pelaku lainnya, yaitu SU (25), MF (19), dan YO (24), ikut menyetubuhi korban masing-masing sebanyak satu kali.
Aksi keji para pelaku yang tersimpan rapat selama hampir 2 bulan itu akhirnya terbongkar secara tidak sengaja pada Selasa 19 Mei 2026.
Saat itu, ibu korban (37) menyadari bahwa dirinya kehilangan kontak dengan sang anak setelah ia pulang mengurus dokumen surat-surat. Merasa cemas, sang ibu mencoba menelusuri keberadaan putrinya ke berbagai lokasi.
Pencarian tersebut berujung di rumah Ketua RT setempat. Di sana, sang ibu mendapati anaknya tengah berkumpul bersama warga.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

