Jelang Pengukuhan, Pengurus SPS Kaltim Bertemu Kapolda Kaltim Irjen Endar Priantoro
Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro Bersama Ketua SPS Kaltim, Ajid Kurniawan di Mapolda Kaltim, Kamis (23/4/2026).-istimewa-
BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM- Pengurus Serikat Perusahaan Pers (SPS) Kaltim bertemu Kapolda Kaltim Irjen Endar Priantoro di Mapolda Kaltim, Kamis, 23 Aprl 2026.
Rombongan SPS Kaltim dipimpin Ketua Ajid Kurniawan bersama jajaran pengurus, juga hadir Ketua Panitia Pengukuhan Pengurus SPS Kaltim periode 2025–2029, Sugito.
Pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi strategis antara insan pers dan kepolisian dalam merespons dinamika informasi di era digital yang kian cepat dan kompleks.
Diketahui, SPS Kaltim akan menggelar dialog dan pengukuhan yang rencananya akan berlangsung di Balikpapan pada 20 Mei 2026.
Salah satu narasumbernya adalah Kapolda Kaltim. Saat diminta menjadi narasumber, Endar mengaku siap.
“Saya akan agendakan ke acara ini (Dialog Media). Karena memang banyak yang mesti disampaikan,” ucapnya kepada pengurus SPS Kaltim.
Di sisi lain, dia menilai paradigma kerja kepolisian saat ini telah mengalami perubahan signifikan. Penegakan hukum tidak lagi cukup dilihat dari sisi tindakan terhadap objek semata, melainkan juga harus mempertimbangkan persepsi publik dan dampaknya terhadap stabilitas sosial.
“Sekarang kami tidak hanya memikirkan objeknya saja, tetapi juga persepsi publik dan bagaimana dampaknya terhadap stabilitas sosial. Karena efeknya bisa meluas ke mana-mana,” ujar Endar.
BACA JUGA: Polda Kaltim Hentikan Ekspos Wajah Tersangka di Media, Ini Alasannya
Menurutnya, perubahan tersebut tidak bisa dilepaskan dari perkembangan teknologi informasi. Kehadiran media sosial telah mengubah cara informasi diproduksi dan disebarkan.
Jika sebelumnya informasi terbatas pada pihak-pihak tertentu, kini setiap individu memiliki ruang untuk menyampaikan dan menyebarluaskan informasi secara luas.
“Sekarang masyarakat punya akses langsung. Dengan satu unggahan, informasi bisa menyebar cepat dan memicu reaksi berantai. Ini yang harus kita kelola bersama,” ujarnya.
Kapolda mengakui, karakter masyarakat saat ini cenderung tertarik pada informasi yang sensasional dan berpotensi viral.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
