Bankaltimtara

Sejumlah Perusda di Berau Bebani APBD: Minus Dividen, Modal Jalan Terus

Sejumlah Perusda di Berau Bebani APBD: Minus Dividen, Modal Jalan Terus

Anggota DRD Kaltm dapil Berau, Makmur HAPK.-Azwini/Disway Kaltim-

BERAU, NOMORSATUKALTIM - Minimnya kontribusi pendapatan dari sejumlah Perusahaan Daerah (Perusda) di Berau dikritik anggota DPRD Kaltim Makmur HAPK. 

Makmur yang juga dari dapil Berau itu mengingatkan pemerintah daerah agar tidak mempertahankan badan usaha, yang justru menjadi beban bagi APBD

Diketahui, berdasarkan data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Berau, catatan merah kinerja BUMD terlihat jelas dalam dua tahun terakhir. 

Tercatat hanya PT Hutan Sanggam Berau (HSB) yang rutin menyetorkan dividen ke kas daerah. 

BACA JUGA:Pulau Besing Tawarkan Sensasi Susur Sungai: Bekantan hingga Kalong jadi Daya Tarik

Sementara itu, Perusda Indo Pusaka Lati (IPL) dan Perumda Air Minum Batiwakkal tercatat absen menyetorkan bagi hasil pada tahun 2025. 

Bahkan, Perusda Bhakti Praja yang dihidupkan kembali sejak 2023, hingga kini belum memberikan kontribusi pendapatan meski terus mendapatkan suntikan modal. 

BACA JUGA:Pemkab Berau Terapkan WFH ASN Sejak 1 April, Sekda Janjikan Evaluasi Berkala

Rinciannya, PT HSB pada tahun 2024 meyetor dividen senilai Rp 28.658.559, naik drastis pada 2025 menjadi sekitar Rp 1,2 Miliar. Adapun Indo Pusaka Lati Berau terakhir menyetor dividen pada 2024 senilai Rp2.031.094.159.

Pun demkian dengan Perumda Air Minum Batiwakkal, terakhir menyetor dividen pada 2024 sebesar Rp1.476.611.399. 

Makmur HAPK, yang juga mantan Bupati Berau dua periode, menilai kondisi ini menunjukkan adanya ketidakefektifan dalam manajemen dan pemilihan unit usaha. 

Ia menyoroti fenomena perusda yang "besar pasak daripada tiang", di mana biaya operasional dan gaji pegawai lebih besar dibanding pemasukan. 

BACA JUGA:Masuk ke Rumah Warga, Seekor Bekantan di Berau Dievakuasi Petugas Damkar

"Tidak boleh (tidak sesuai pendapatan). Buat apa kita bentuk perusda kalau hanya untuk menggaji orang-orang mereka saja? Saya paling anti itu," ujar Makmur, Senin 20 April 2026. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait