Balikpapan Krisis Guru, DPRD Minta Regenerasi Tenaga Pendidik
Aktivitas belajar mengajar di salah satu sekolah di Balikpapan.-Dok/Disway Kaltim-
BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM - Kebutuhan tenaga pengajar di Balikpapan yang belum terpenuhi secara optimal mulai menimbulkan kekhawatiran di kalangan mahasiswa keguruan.
Isu regenerasi guru hingga pola rekrutmen menjadi perhatian di tengah kondisi tersebut.
Bahkan kondisi kekurangan tenaga pendidik di Balikpapan disebut tidak terjadi dalam waktu singkat.
DPRD Kota Balikpapan mengungkap, hal ini dipengaruhi oleh meningkatnya jumlah guru yang memasuki masa pensiun dalam beberapa tahun terakhir, tanpa diimbangi penambahan tenaga baru secara memadai.
Sekretaris Komisi IV DPRD Balikpapan, Hamid, menyampaikan bahwa rekrutmen guru melalui jalur aparatur sipil negara (ASN) maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) masih terbatas.
"Banyak yang pensiun, sementara penerimaan dibatasi," ucap Hamid belum lama ini.
BACA JUGA:Pemkot Balikpapan Belum Ambil Sikap soal Rangkap Jabatan ASN, Regulasi Sudah Membatasi
Ia menjelaskan, kebijakan penerimaan tenaga pendidik melalui jalur ASN maupun PPPK merupakan kewenangan pemerintah pusat.
Sehingga pemerintah daerah tidak dapat sepenuhnya menyesuaikan jumlah kebutuhan di lapangan.
Sebagai langkah sementara, Pemerintah Kota Balikpapan melakukan rekrutmen melalui skema Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP).
Melalui mekanisme ini, sekitar 600 tenaga pengajar telah ditempatkan di sejumlah sekolah, mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah pertama.
"Sudah ditempatkan di berbagai sekolah," sebutnya.
Sebagai informasi, DPRD sebelumnya juga menerima aspirasi dari mahasiswa, khususnya dari Fakultas Pendidikan, Keguruan dan Budaya (FPKB) Universitas Balikpapan.
BEM FPKB Universitas Balikpapan, menilai kebutuhan tenaga pendidik yang masih tinggi memunculkan keresahan bagi mahasiswa yang tengah menyiapkan diri menjadi guru.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
