Bankaltimtara

Dana Desa Berau 2026 Terpangkas, Rp57 Miliar Dialihkan untuk Program Koperasi Desa Merah Putih

Dana Desa Berau 2026 Terpangkas, Rp57 Miliar Dialihkan untuk Program Koperasi Desa Merah Putih

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau, Tenteram Rahayu-Maulidia Azwini/ Nomorsatukaltim-

BERAU, NOMORSATUKALTIM – Alokasi Dana Desa (DD) untuk kampung-kampung di Kabupaten Berau pada 2026 mengalami penurunan signifikan.

Dari pagu sebelumnya yang mencapai Rp89 miliar, kini hanya tersisa sekitar Rp32 miliar setelah sebagian besar anggaran dialihkan untuk mendukung program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau, Tenteram Rahayu menjelaskan, bahwa pengalihan anggaran tersebut merupakan kebijakan pemerintah pusat karena Dana Desa bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Ketentuannya sudah ditetapkan pusat. Kami di daerah menyesuaikan dan melaksanakan kebijakan yang ada,” ujarnya, Senin 3 Maret 2026.

BACA JUGA: Imbas Dana Desa Menyusut, Rencana Pembangunan Turap di Kampung Inaran Berau Tertunda

BACA JUGA: 90 Persen Dana Desa di Berau Sudah Cair, DPMK Sebut Dampak PMK 81 Tak Signifikan

Dengan skema terbaru itu, setiap kampung di Berau diperkirakan menerima Dana Desa sekitar Rp200 juta hingga Rp300 juta per tahun. Nominal tersebut jauh lebih kecil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Tenteram mengungkapkan, pengalihan anggaran untuk KDMP tidak bersifat sementara. Rencana tersebut disusun untuk jangka waktu 6 tahun ke depan guna memenuhi kebutuhan sarana dan operasional koperasi di setiap kampung.

Menurut dia, kondisi tersebut menuntut pemerintah kampung melakukan penyesuaian dalam menyusun program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

DPMK pun saat ini tengah berkoordinasi dengan aparatur kampung agar perencanaan kegiatan diselaraskan dengan kapasitas anggaran yang tersedia.

BACA JUGA: Geruduk DPRD Berau, Biatan Ilir Desak Percepatan RDP Sengketa Tapal Batas yang Mandek 12 Tahun

BACA JUGA: Kampung Panaan Berau Kembangkan Batik dari Pupuk Urea, Warna Tajam Tetap Aman

Ia menekankan pentingnya menentukan skala prioritas, terutama untuk program yang berkaitan langsung dengan pelayanan dasar dan kebutuhan mendesak masyarakat.

“Dengan dana yang terbatas, kampung harus benar-benar selektif. Program yang berdampak langsung bagi warga tetap harus menjadi perhatian utama,” katanya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: