Bankaltimtara

Peristiwa Keracunan MBG di Beberapa Daerah Jadi Pelajaran Penting bagi Pemkab Mahulu

Peristiwa Keracunan MBG di Beberapa Daerah Jadi Pelajaran Penting bagi Pemkab Mahulu

Ilustrasi menu MBG.-istimewa-

MAHULU, NOMORSATUKALTIM- Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Pemkab Mahulu) menjadikan peristiwa keracunan makanan bergizi gratis (MBG) yang terjadi di beberapa daerah sebagai pelajaran penting.

Meskipun, MBG yang merupakan program pemerintah pusat itu belum dilaksanakan di Mahulu, meski pada tahun 2025 lalu sudah dilakukan percobaan di beberapa sekolah.

Asisten I Pemkab Mahulu, Agustinus Teguh Santoso menegaskan, bahwa peristiwa keracunan MBG yang sempat terjadi di beberapa daerah akan menjadi pelajaran penting bagi Mahulu.

Menurut Teguh, meskipun MBG merupakan program pemerintah pusat, namun Pemkab Mahulu tidak ingin peristiwa keracunan justru nanti terjadi di Mahulu.

BACA JUGA: Terkendala Pasokan, Harga Bahan Pokok di Mahulu Mulai Meningkat

BACA JUGA: Sikapi Informasi Kenaikan Harga Bapokting, Bupati Mahulu Sidak Langsung ke Pasar

“Prinsipnya kita belajar dari kabupaten atau daerah lain, tentunya kita tidak mau masuk di dalam masalah yang sama sampai terjadi istilahnya keracunan,” ujarnya, Selasa, 24 Februari 2026.

Ia menyebutkan, saat ini sudah ada 8 satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menunjukkan progres pembangunan, dan satu di antaranya telah rampung 100 persen.

Namun sebelum beroperasi, setiap SPPG diwajibkan mengantongi izin penjamah makanan dari Dinas Kesehatan.

Pemeriksaan akan meliputi sumber ai, kondisi lingkungan, penggunaan alat pelindung diri, hingga pemisahan dapur basah dan dapur kering guna mencegah kontaminasi.

BACA JUGA: Kepala Bapelitbanda Mahulu: Semua Usulan Masyarakat di Musrenbang Tingkat Kecamatan akan Diverifikasi Kembali

BACA JUGA: Cegah Kenaikan Harga BBM Sembarangan, Pemkab Mahulu Bakal Rutin Sidak ke Tingkat Pengecer

Selain itu, sistem pencucian peralatan makan, pembuangan limbah, serta pengendalian vektor penyakit seperti lalat juga menjadi perhatian serius.

“Misalkan air yang digunakan untuk memasak maupun mencampur bahan makanan diwajibkan berasal dari sumber yang telah bersertifikat dan memenuhi standar kesehatan,” terangnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: