Dari Sayembara Terbuka, IAI Kaltim Bedah Arah Desain Islamic Center Kutai Timur
Suasana bedah karya hasil Sayembara Desain Islamic Center Kutai Timur 2026 yang digelar Ikatan Arsitek Indonesia Kalimantan Timur di Long April, Samarinda.-istimewa-
BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM - Gagasan desain yang berpikir jangka panjang dan kontekstual menjadi benang merah dalam kegiatan bedah karya hasil Sayembara Desain Islamic Center Kutai Timur 2026, yang digelar Ikatan Arsitek Indonesia Kalimantan Timur, di Long April Samarinda, pada Sabtu (7/2/2026) malam.
Forum tersebut bukan hanya diarahkan sebagai seremoni pengumuman pemenang.
Melainkan ruang membaca dan menguji ide-ide arsitektur secara terbuka mulai dari filosofi ruang, kesiapan teknis, hingga relevansinya bagi tata kota ke depan.
Ketua IAI Kaltim, Wahyullah Bandung, menjelaskan bahwa mekanisme sayembara sengaja didorong untuk bangunan dan kawasan strategis, agar proses perencanaan tidak berhenti pada pola proyek rutin pemerintah.
"Melalui sayembara, basic design atau gagasan utama sudah terbentuk lebih dulu. Pemerintah tetap menyusun DED, tetapi berangkat dari ide terbaik yang lahir dari kompetisi terbuka," ujarnya saat diwawancara langsung oleh Nomorsatukaltim.disway, Minggu 8 Februari 2026.
BACA JUGA:Kaltim Masih Diguyur Hujan, BMKG Sebut Pola Angin Regional Jadi Faktor Utama
Menurutnya, pendekatan ini memiliki jejak panjang dalam praktik pembangunan di Indonesia. Sejumlah proyek besar, termasuk kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) saat ini hingga bangunan bersejarah seperti Istana Sultan Kutai, lahir dari proses serupa.
Pola kompetisi memungkinkan gagasan progresif muncul tanpa langsung dibatasi kerangka teknis proyek.
Namun Wahyullah menegaskan bahwa kekuatan desain tidak berhenti pada konsep awal.
Keberhasilan ruang publik justru ditentukan oleh kesinambungan antara perencanaan, kualitas konstruksi, dan pengawasan lapangan.
"Pembangunan bukan hanya soal DED. Ada aspek konstruksi, siapa kontraktornya, bagaimana mutu pengerjaannya, dan bagaimana pengawasannya berjalan."
BACA JUGA:Tanggapi Lambannya Respons Call Center Gratispol, Begini Jawaban Pemprov Kaltim
"Tiga aspek ini yang menentukan apakah gagasan sayembara bisa terwujud dengan baik," katanya.
Sayembara Desain Islamic Center Kutai Timur berlangsung hampir satu tahun, dimulai sejak akhir 2025 hingga proses penilaian pada 2026.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

