Listrik Pulau Miang Padam Usai Disambar Petir, DPRD Kutim Siapkan Dua Opsi Penanganan
Anggota DPRD Kutim Dapil 5, Sayyid Umar.-Sakiya Yusri-Disway Kaltim
KUTAI TIMUR, NOMORSATUKALTIM – Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal di Pulau Miang, Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur, dilaporkan tidak lagi berfungsi usai tersambar petir. Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat terganggu, terutama pada malam hari.
Akibat kerusakan itu, warga harus beraktivitas tanpa penerangan memadai. Padamnya listrik juga berdampak pada kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat di desa wisata tersebut.
Anggota DPRD Kutim Dapil 5, Sayyid Umar, mengatakan pihaknya tengah mengupayakan sejumlah langkah untuk mengatasi persoalan tersebut.
Ia menyebut Pulau Miang merupakan daerah pemilihannya, sehingga persoalan ini menjadi perhatian serius.
BACA JUGA:Tidak Ingin Kejadian Anak Bunuh Diri di NTT Terjadi, Ini yang Dilakukan Pemkot Bontang
“Pulau Miang itu kebetulan kampung saya. Sekarang kami masih mencari pendanaan, apakah genset bisa kita hidupkan kembali. Kalau tenaga surya sebenarnya sudah ada,” ujar Sayyid Umar.
Diketahui, PLTS komunal Pulau Miang telah dibangun sejak 2018 dan menjadi penopang utama kebutuhan listrik warga.
Fasilitas tersebut melayani 112 kepala keluarga dengan kapasitas daya mencapai 50 kilo Watt peak (kWp).
Sayyid Umar menjelaskan, DPRD Kutim akan berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) untuk melihat kemungkinan perbaikan sistem PLTS yang rusak.
BACA JUGA:Lefundes Sebut Perubahan Permainan di Babak Kedua Kunci Kemenangan Borneo FC
“Kami akan komunikasi dengan Perkim, apakah bisa dibantu untuk perbaikannya. Ada dua opsi, menunggu Perkim atau kita hidupkan genset. Tapi kalau genset tentu menyangkut dana,” jelasnya.
Menurutnya, persoalan yang terjadi tidak hanya soal sumber energi, tetapi juga menyangkut sistem pengelolaan di lapangan yang belum berjalan maksimal.
Untuk itu, DPRD Kutim berencana turun langsung ke Pulau Miang guna melihat kondisi riil sekaligus berdiskusi dengan masyarakat terkait pola pengelolaan listrik ke depan.
“Makanya kami mau turun ke sana, bagaimana membantu masyarakat supaya ini bisa dikelola dengan baik. Termasuk perusahaan juga harus kita ajak duduk bersama,” katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

