Proyek Drainase Belum Rampung, Air Meluap ke Rumah Warga di Bontang
Proyek drainase yang tak kunjung rampung menyebabkan banjir di Kelurahan Kanaan, Bontang.-Michael Fredy Y/Nomorsatukaltim-
BONTANG, NOMORSATUKALTIM - Rumah warga RT 01, Kelurahan Kanaan, khususnya di Jalan Pongtiku, Kota Bontang terendam banjir saat hujan turun sejak Rabu, 14 Januari 2026 malam hingga Kamis, 15 Januari 2026 dini hari.
Selain akibat hujan deras, banjir tersebut diduga akibat proyek drainase di sekitar lingkungannya belum rampung.
Marthen Tappi Sanda, warga RT 01 mengatakan, perbaikan drainase itu dikerjakan mulai tahun lalu, namun hingga saat ini belum selesai.
"Kami di sini jadi korbannya. Kalau hujan, air pasti meluap dari drainase tersebut. Air itu dari tambang ilegal di dekat kuburan baru,” katanya, Kamis 15 Januari 2026.
BACA JUGA: Pemkot Bontang Alokasikan Rp16 Miliar untuk Revitalisasi Drainase Jalan Pattimura
Meskipun kedalamannya meter, namun ketika hujan deras datang, air dari tambang di Jalan Soekarno-Hatta itu membawa material pasir dan lumpur sehingga drainase menjadi dangkal.
Hal itu diperparah dengan pengalihan aliran drainase ke arah rumah warga tanpa dilengkapi tanggul. Kondisi itu akhirnya membuat air cepat meluap setiap hujan deras.
“Saya sudah tidak menghitung lagi selama Januari 2026 ini berapa kali kami kena banjir. Rumah saya itu sedikit lagi banjir masuk. Teras rumah sudah saya tinggikan sekitar 30 centimeter. Tapi, tadi malam (Rabu) itu, sedikit lagi masuk ke dalam rumah,” terangnya.
Saat keluar rumah, air yang menggenangi depan rumahnya sudah mencapai lutut orang dewasa. “Kalau sudah kayak gini, pasti kami jadi korban. Saya minta tolong pemerintah segera menyelesaikan perbaikan drainase ini,” ucapnya.
BACA JUGA: Banjir Genangi Permukiman di Bontang Usai Hujan Deras, Air Lambat Surut karena Laut Pasang
Ia menceritakan, air mulai naik sejak Kamis (15/1/2026) pukul 02.00 Wita. Air naik cukup cepat. Beruntung hujan tidak sampai pagi.
“Sekitar pukul 08.00 Wita, pagi tadi air sudah surut. Di sini, cepat naik, cepat juga surut,” terangnya.
Setidaknya ada 10 rumah di sekitar pembangunan drainase yang menelan anggaran sekira Rp1,7 miliar ini yang menjadi korban luapan air saat hujan turun.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris mengatakan, pihaknya akan memerintahkan dinas terkait untuk melihat langsung kondisi drainase tersebut, serta mempertanyakan mengapa proyek tersebut belum rampung.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

