Pemkab Berau Prioritaskan Pengembangan Wisata Berbasis Kampung
Festival Budaya Bekudung Betiung di Kampung Tumbit Dayak, Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau.-(Foto/ Istimewa)-
BERAU, NOMORSATUKALTIM - Hampir seluruh kampung di Kabupaten Berau memiliki potensi wisata masing-masing. Namun, tidak semua dapat dikembangkan secara bersamaan karena keterbatasan anggaran.
Menyadari hal itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau menerapkan prioritas untuk pengembangan wisata berbasis kampung.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Disbudpar Berau, Samsiah Nawir, melalui Staf Bidang Pengembangan Destinasi Wisata, Andi Nusyamsi mengatakan, pihaknya tengah memfokuskan pengembangan destinasi wisata pada kampung-kampung yang dinilai telah siap.
Salah satu parameternya adalah memiliki tingkat kunjungan wisatawan yang tinggi.
BACA JUGA: Bidik Potensi Barakuda Maratua, Bupati Berau Minta Promosi Pariwisata Lebih Agresif
BACA JUGA: Tak Cukup Radio dan Telepon, KUPP Berau Nilai Speedboat Wisata Perlu AIS
Setelah adanya evaluasi anggaran dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), pihaknya melakukan penyesuaian program kerja dengan mengedepankan skala prioritas.
"Kampung yang sudah siap secara fasilitas dan memiliki tingkat kunjungan wisatawan tinggi menjadi fokus utama pengembangan," kata Andi, Minggu (11/1/2026).
Menurutnya, kawasan wisata Derawan hingga kini masih menunjukkan tingkat kunjungan yang tinggi. Bahkan, berdasarkan laporan di lapangan, tingkat hunian penginapan di kawasan tersebut kerap penuh.
Kondisi serupa juga terlihat di Maratua, yang direncanakan akan mendapatkan penambahan fasilitas penunjang, khususnya di area dermaga agar tampil lebih representatif bagi wisatawan.
BACA JUGA: Kunjungan Wisatawan ke Destinasi Pesisir di Berau Terus Menunjukkan Tren Positif
BACA JUGA: Tiga Destinasi Wisata di Kaliorang Tembus 20 Ribu Pengunjung saat Libur Tahun Baru
"Selain destinasi unggulan, kami juga merencanakan pengembangan lanjutan di sejumlah kampung lain yang dinilai potensial dan siap dikembangkan," ujarnya.
Dirinya menyebut, seperti Kampung Buyung-buyung dan Kampung Merabu. Di Merabu, pengembangan jalur tracking menjadi salah satu perhatian karena hingga kini belum sepenuhnya rampung.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

