Bankaltimtara

Produksi 131 Ton di 2025, Berau Tulang Punggung Pengadaan Jagung Ternak Regional

Produksi 131 Ton di 2025, Berau Tulang Punggung Pengadaan Jagung Ternak Regional

Berau mencatatkan kinerja paling menonjol dalam produksi jagung pakan ternak di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.-(Disway Kaltim/ Rizal)-

BERAU, NOMORSATUKALTIM - Kabupaten Berau mencatatkan kinerja paling menonjol dalam produksi jagung pakan ternak di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara). 

Hingga Desember 2025, Berau menjadi kontributor terbesar dengan realisasi panen mencapai 131.250 kilogram, jauh meninggalkan kabupaten dan kota lainnya.

Capaian ini menempatkan Berau sebagai tulang punggung pengadaan jagung pakan ternak regional. 

Dari total realisasi pengadaan Kaltim-Kaltara yang mencapai 216.210 kilogram, lebih dari separuhnya berasal dari Berau.

BACA JUGA: Modal Lahan 1 Hektare, Desa Muara Bengkal Ilir Berhasil Panen 500 Kilogram Jagung

BACA JUGA: Dari Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Balikpapan Panen 1 Kuintal Jagung

Angka tersebut jauh dibanding Kutai Timur yang hanya 12.867 kilogram dan Kutai Kartanegara sebesar 10.418 kilogram.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Berau Junaidi mengatakan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor. 

Sinergi antara petani, pemerintah daerah, serta pendampingan berkelanjutan dari Polres Berau, menjadi kunci utama peningkatan produksi.

“Berau menunjukkan kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan, khususnya jagung pakan ternak. Ini adalah hasil kerja bersama dan pendampingan antara Polres dan kelompok tani di lapangan,” kata Junaidi, Kamis (8/1/2026).

BACA JUGA: Dukung Ketahanan Pangan, Petani Kutim Kirim 2,4 Ton Jagung ke Bulog Samarinda

BACA JUGA: Ketika Polisi Turun ke Ladang, Lahan Setengah Hektare Hasilkan 3.500 Tongkol Jagung

Ia menegaskan, pihaknya tidak hanya memberikan bantuan alat pertanian, tetapi juga menerapkan berbagai strategi agar produksi jagung di wilayah Berau terus meningkat secara berkelanjutan, dengan menyediakan sarana dan prasarana pertanian. 

"Petani juga difasilitasi dengan bantuan pupuk, benih unggul, dan alat pertanian lainnya secara bertahap," bebernya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: