Cegah Kemacetan Panjang di SPBU, Dishub Samarinda Rencana Terapkan Nomor Antrean Pembelian Biosolar
Antrean truk yang akan membeli biosolar di SPBU Sungai Kunjang, Samarinda.-Rahmat/Disway Kaltim-
SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda mewacanakan penerapan sistem nomor antrean bagi kendaraan yang akan membeli biosolar di SPBU.
Kebijakan ini diusulkan sebagai upaya menekan kemacetan di sekitar SPBU, sekaligus memastikan distribusi solar subsidi lebih tepat sasaran.
Kepala Dinas Perhubungan Samarinda, Hotmarulitua Manalu, mengatakan antrean panjang kendaraan pengantre biosolar kerap mengganggu kelancaran lalu lintas.
Beberapa bahkan dilaporkan menjadi penyebab kecelakaan di sejumlah titik.
BACA JUGA:DLH Samarinda Terkendala Lahan dan Infrastruktur untuk Selesaikan Pembangunan Insinerator
“Dari seluruh SPBU yang menjual biosolar, hampir selalu terjadi antrean panjang yang akhirnya menghambat lalu lintas. Ada juga informasi yang menyebutkan antrean ini memicu kecelakaan,” kata Hotmarulitua belum lama ini.
Menurutnya, hasil inspeksi mendadak (sidak) Dishub bersama instansi terkait menemukan sejumlah pelanggaran.
Beberapa kendaraan pengantre biosolar diketahui tidak memiliki KIR dan STNK yang masih berlaku.
Selain itu, banyak kendaraan menggunakan bak yang tergolong overdimension dan overloading (ODOL) sehingga tidak layak jalan.
BACA JUGA:Catat Ini, Kontainer Rutin Parkir Sembarangan, Tangki Bensin Langsung Dikunci Dishub Samarinda
“Kendaraan seperti ini bukan hanya tidak memenuhi syarat administrasi, tapi juga berpotensi merusak jalan."
"Usia jalan yang seharusnya lima tahun bisa turun jadi tiga tahun,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, Dishub Samarinda mengundang seluruh pengelola SPBU penyalur biosolar, Pertamina, Dinas Perdagangan, Bagian Perekonomian, serta perwakilan perusahaan otobus (PO) dan asosiasi angkutan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
