Bankaltimtara

Evaluasi Kinerja Pemprov Kaltim Mengacu RPJMD, Ananda Emira Moeis: Konsisten Jalankan Program Prioritas

Evaluasi Kinerja Pemprov Kaltim Mengacu RPJMD, Ananda Emira Moeis: Konsisten Jalankan Program Prioritas

Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis.-Mayang Sari-Disway Kaltim

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM - Di tengah dinamika penganggaran dan penyesuaian kebijakan pembangunan daerah, evaluasi kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur tidak hanya diukur dari pencapaian fisik pembangunan, tetapi juga dari konsistensi menjalankan program prioritas yang telah dirancang sejak awal masa.

Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, menilai kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim sejauh ini berjalan cukup baik, terutama dalam konsistensi menjalankan program prioritas pembangunan daerah.

Penilaian tersebut disampaikan Ananda saat menanggapi sejauh mana evaluasi kinerja kepala daerah yang dilakukan DPRD.

Ananda menjelaskan, sejak pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih, DPRD bersama pemerintah provinsi langsung melakukan penyelarasan kebijakan pembangunan melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

BACA JUGA: Disway Kaltim Gelar Fun Gathering, Perkuat Kekompakan Tim di Usia ke-6 Tahun

Dokumen perencanaan tersebut menjadi pijakan utama dalam menilai arah dan capaian pembangunan Kaltim.

"Sejak terpilih, kita langsung bekerja melakukan penyelarasan RPJMD. Ada penyesuaian di 2025 dan nanti RPJMD murni di 2026. Dari situ terlihat bagaimana arah pembangunan Kalimantan Timur setiap lima tahunnya," ungkap Ananda padaJumat 9 Januari 2026.

Politikus PDI-P itu menilai, baik secara pribadi maupun dari sudut pandang partai, Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim menunjukkan energi dan komitmen yang kuat dalam menjalankan pemerintahan.

Hal itu terlihat dari intensitas kehadiran kepala daerah di lapangan untuk memantau langsung berbagai persoalan pembangunan.

"Mereka sering turun langsung, melihat kondisi di lapangan, mengawasi, lalu menindaklanjuti. Itu penting, karena pembangunan tidak bisa hanya dilihat dari laporan di atas meja," katanya.

BACA JUGA:Ribuan UMKM di Paser Belum Mengantongi Izin, DPMPTSP Ungkap Kendalanya

Dari sisi kebijakan anggaran, Ananda menilai pemerintah provinsi tetap menjaga fokus pada program prioritas meskipun sempat dihadapkan pada kebijakan pemangkasan anggaran.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak lantas menggeser komitmen pemerintah daerah terhadap sektor-sektor strategis.

"Memang kemarin ada pemangkasan anggaran, tapi prioritas tetap dijalankan. Yang menjadi fokus utama adalah penguatan sumber daya manusia," ucap Ananda.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait