Bankaltimtara

Sudah Zona Hijau, Tren Kasus Malaria di PPU Turun Tiap Tahun

Sudah Zona Hijau, Tren Kasus Malaria di PPU Turun Tiap Tahun

Nyamuk Anopheles yang menjadi penyebab penyakit malaria.-istimewa-

PPU, NOMORSATUKALTIM - Kurun waktu 3 tahun terakhir, kasus malaria di PPU tunjukan tren penurunan.

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) PPU mencatat pada 2023 terjadi 1.315 kasus, kemudian pada 2024 tercatat 558 kasus atau terjadi penurunan.

Sedangkan 2025 sebanyak 169 kasus atau terjadi penurunan lebih dari 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Alhamdulillah kasus malaria di Kabupaten PPU petanya sekarang ini berwarna hijau," kata Pejabat Fungsional Pengelola Penanggulangan DBD dan malaria Dinkes PPU, Harjito Ponco Waluyo, Senin 5 Januari 2025.

BACA JUGA:2 Anak di PPU Meninggal Dunia Akibat DBD

Pada 2025 endemis sedang. Namun jika dipilah sekira 65 persen merupakan kasus impor.

Untuk diketahui, Benuo Taka berbatasan dengan wilayah endemis tinggi, yakni Desa Muara Toyu, Kecamatan Longkali, Kabupaten Paser.

Dimana perambah hutan yang sulit dikoordinir dan akses berobat terdekat ke Puskesmas Sotek PPU menyumbang setidaknya 15 kasus di PPU. Hal ini ditemukan oleh kader Migrant Mobile Population (MMP).

BACA JUGA:Libur Nataru, Pelabuhan Klotok PPU Tembus 1.000 Penumpang

"Untuk tahun ini angka API (Annual Paracit Incident) 0,93, jadi sekarang zona hijau," jelasnya.

API kurang dari 1 persen dari yang menjadi target yakni angka kasus malaria per 1.000 penduduk yang berisiko terkena malaria dalam satu tahun.

Turunnya kasus malaria kurun waktu 3 tahun terakhir, dikatakannya, intensnya pihaknya dan kader melakukan berbagai upaya.

BACA JUGA:Pemkab PPU Gelar Operasi Pasar di 15 Lokasi Jelang Akhir Tahun 2025

Antara lain, pembagian 64.500 kelambu masal fokus, pemberian obat secara sesekali untuk pekerja hutan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: