Kontribusi Agrosolution PKT: Naikkan Produksi Pertanian, Jaga Ketahanan Pangan
Salah satu petani di persawahan di Kaltim sedang menyiram pupuk. -Ari/Disway Kaltim-
SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM - Produktivtas pertanian di Kaltim terus meningkat. Salah satu faktor penting pendukungnya adalah pendistribusian pupuk bersubsidi yang tepat sasaran dan pendampingan serius kepada petani.
Untuk pendistribusian, sejumlah petani mendapatkan bantuan pupuk bersubsidi dari Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura (DPTPH) Kaltim. Jenis pupuk yang dibagi meliputi pupuk urea, NPK dan kakao.
Adapun total pupuk yang dibagikan ke seluruh 10 kabupaten/kota di Kaltim sepanjang 2025 di antaranya: urea 16.402 ton, NPK 26.051 ton dan kakao 635,87 ton.
"Pupuk bersubsidi sudah didistribusikan dan disalurkan secara merata ke petani. Kita pastikan tidak ada kekurangan di lapangan,"ujar Kepala DPTPH Kaltim Siti Farisya Yana.
Petugas pengendali organisme pengganggu tumbuhan (POPT) juga disiagakan di setiap wilayah untuk menjaga keberlangsungan produksi pertanian. Selain itu, pupuk bersubsidi dipastikan tetap tersedia dan tidak mengalami pengurangan.
"Pupuk subsidi pasti ada, dananya dari APBN. Ada delapan komoditas, semuanya tetap ada. Kita akan jaga jangan sampai petani kekurangan pupuk," pungkas Yana.
Salah satu faktor meningkatnya hasil tanam tersebut adalah distribusi pupuk bersubidi kepada petani.
Namun tidak hanya sebatas distribusi, tapi juga pendampingan. Seperti yang dilakukan oleh PT Pupuk Kaltim (PKT) kepada para petani melalui program Agrosolution.
Diinisiasi PKT sejak 2020, program Agrosulution bukan hanya memastikan distribusi pupuk tepat sasaran, tapi juga mendukung ketahanan pangan secara nasional, termasuk di Kaltim.
Yana pun sempat menyinggung berjalannya program Agrosolution ini di Kaltim. Hasil nyatanya, DPTPH Kaltim bersama badan usaha milik desa (Bumdes) Sungai Payang di Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara, berhasil mengembangkan varietas Padi Mekongga dengan estimasi panen 6 ton per hektare.
"Semoga kerja sama yang baik ini dapat berlanjut di lokasi-lokasi pertanian se-Kaltim, dengan melibatkan berbagai pihak. Seperti Jasindo dan offtaker lainnya," tutupnya.
Terpisah, Sekretaris Perusahaan Pupuk Kaltim, Anggono Wijaya menjabarkan hingga 13 Desember 2025, program Agrosolution sudah menjangkau 2.114 petani di Kaltim dengan total 10.549 hektare lahan garapan. Bahkan kata Anggono, program ini terbukti mampu meningkatkan produktivitas pertanian rata-rata hingga 34 persen.
Tujuan utama program Agrosolution sendiri adalah meningkatkan produktivitas pertanian di berbagai wilayah dengan penyediaan pupuk, serta layanan pendampingan intensif oleh tenaga agronomis. Anggono menjelaskan pula program ini turut diterapkan di kawasan pertanian sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN).
Dalam prakteknya, program ini tidak berjalan sendiri. PKT juga jalankan progam Demonstration Plot (Demplot) di wilayah sekitar IKN, termasuk di Desa Sukaraja, Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara. Dan berhasil.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
