Bankaltimtara

Kurangi Ketergantungan BBM, Kutim Berencana Hidupkan Kembali Tradisi Perahu Layar

Kurangi Ketergantungan BBM, Kutim Berencana Hidupkan Kembali Tradisi Perahu Layar

Ketua DPRD Kutim, Jimmi memastikan bakal ada pelatihan untuk nelayan untuk mengoperasikan perahu layar. -(Disway Kaltim/ Sakiya)-

KUTAI TIMUR, NOMORSATUKALTIM - Upaya mengurangi ketergantungan nelayan terhadap bahan bakar minyak (BBM) berbasis fosil melalui pemanfaat energi alternatif, mulai digalakkan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). 

Melalui inisiatif yang diusung Ketua DPRD Kutim, Jimmi, daerah dengan garis pantai panjang ini berencana menghidupkan kembali tradisi pelayaran menggunakan perahu layar.

Program tersebut tidak hanya ditujukan untuk menghemat bahan bakar, tetapi juga menjadi langkah awal dalam mengembangkan wisata bahari berbasis kearifan lokal. 

Menurut Jimmi, konsep itu diharapkan mampu membangkitkan kembali kejayaan maritim nusantara yang dahulu dikenal tangguh dengan teknologi tradisional.

BACA JUGA: Stok BBM Bersubsidi di Maratua Hanya Tahan 3 Hari Setelah Pengiriman, Camat Usul Tambah SPBU

BACA JUGA: Kebutuhan BBM Bersubsidi bagi Nelayan di Berau Tidak Merata, Keterbatasan Kuota Penyebabnya

“Kita mau melaksanakan perlombaan wisata bahari untuk penggerak perahu layar. Untuk melatih nelayan supaya tidak ketergantungan terhadap bahan bakar mesin. Bisa menggunakan angin sebagai alternatif untuk pelayaran,” ujar Jimmi saat di temui akhir pekan kemarin.

Ia menjelaskan, gagasan ini terinspirasi dari semangat nenek moyang bangsa Indonesia yang dikenal sebagai pelaut ulung. Mereka mampu mengarungi lautan luas hanya dengan mengandalkan arah angin dan kemampuan membaca cuaca.

“Pada dasarnya nenek moyang kita pelaut. Tentu zaman-zaman dulu kita harus terampil, harus menguasai bagaimana mengelola manajemen sektor laut,” ungkapnya.

Lebih jauh, Jimmi menuturkan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim untuk menindaklanjuti rencana tersebut. Dispora kini tengah meninjau lokasi yang potensial untuk pelaksanaan eksperimen perahu layar.

BACA JUGA: Ngetap BBM Subsidi Buat Bayar Cicilan Mobil

BACA JUGA: BBM Subsidi di PPU Diprediksi Habis sebelum Desember, Berharap Ada Pergeseran dari Daerah Lain

“Tadi saya koordinasi dengan Dispora. Dispora lagi melihat di mana peluangnya untuk bisa melaksanakan itu. Ya secara formal kita perlu mengetahui supaya ada wadahnya untuk bisa mewujudkan itu,” jelasnya.

Selain aspek teknis, faktor alam seperti arah dan kekuatan angin juga menjadi pertimbangan penting dalam menentukan lokasi uji coba. Menurut Jimmi, komunikasi lintas sektor sudah dilakukan agar program ini dapat berjalan dengan baik dan memberi manfaat langsung bagi nelayan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: