Bankaltimtara

Porprov Kaltim 2026 di Paser Bakal Pertandingkan 63 Cabor

Porprov Kaltim 2026 di Paser Bakal Pertandingkan 63 Cabor

Kegiatan Rakor KONI Kaltim di Paser.-Sahrul/DIsway Kaltim-

PASER, NOMORSATUKALTIM - Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim ke-VIII 2026 dipastikan akan mempertandingkan sebanyak 63 Cabang olahraga (Cabor).

Jumlah cabor Porprov ini ditetapkan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) finalisasi penentuan cabor, oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim, yang dilaksanakan akhir September 2025 di Kabupaten Paser.

Dalam persiapan penyelenggaraan Porprov,  Paser selaku tuan rumah sebelumnya hanya menyanggupi 55 cabor berdasarkan kesiapan venue olahraga.

BACA JUGA:Reebok Minta Logonya Dicoret dari Jersey Timnas Israel? Begini Fakta Sebenarnya

Setelah disepakati bersama, terdapat 8 cabor pertimbangan KONI Kaltim yang wajib dipertandingkan.

Sehingga total menjadi 63 cabor. Alhasil kemungkinan 8 cabor tersebut akan dipertandingkan di luar Paser.

BACA JUGA:Laga Liga Eropa, Bek Timnas Indonesia Verdonk Bakal Hadapi Raksasa Italia AS Roma

"Rakor penentuan cabor yang ditunggu-tunggu ini jumlahnya 63 cabor yang dibahas untuk disepakati. Ada cabor yang dipertandingkan di luar daerah, tentunya akan dibahas kesiapannya," kata Ketua KONI Paser, Katsul Wijaya, Rabu 1 Oktober 2025.

Bupati Paser, dr Fahmi Fadli mengharapkan sinergi yang baik antara pemerintah daerah dengan pemerintah provinsi, dan KONI Kaltim terus terjalin, demi kesuksesan Porprov dan kemajuan olahraga di Benua Etam.

Rakor KONI Kaltim dianggap sebagai momen krusial merumuskan langkah strategis jelang pelaksanaan Porprov tahun depan.

Serta sebagai komitmen bersama dalam memajukan dunia olahraga, meningkatkan prestasi atlet, dan mempererat tali persaudaraan antar daerah.

BACA JUGA:Atlet IPF Kutim Sumbang 4 Medali Perak Kejuaraan Dunia Pickleball 2025 di Bali

"Melalui rakor diharapkan dapat menghasilkan keputusan-keputusan terbaik yang akan membawa kemajuan signifikan bagi olahraga di provinsi," kata dr Fahmi Fadli.

Menurutnya, ajang perlombaan olahraga tingkat provinsi 4 tahun sekali ini bukan sekedar peluang pengembangan bidang olahraga.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: