Bankaltimtara

8 Bulan, 40 Kasus Kekerasan Terjadi di Paser, Mayoritas Menimpa Anak

8 Bulan, 40 Kasus Kekerasan Terjadi di Paser, Mayoritas Menimpa Anak

Ilustrasi.-istimewa-

PASER, NOMORSATUKALTIM - Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KP3A) Kabupaten Paser mencatat 40 kasus kekerasan terjadi pada periode Januari - Agustus 2025.

Kepala DP2KP3A Paser, Amir Paisol menyebut, dari 40 kasus kekerasan tersebut, mayoritas menimpa anak, yakni sebanyak 21 kasus yang didominasi anak perempuan sebanyak 16 anak dan selebihnya laki-laki. Untuk 19 kasus kekerasan lainnya menimpa kalangan orang dewasa.

Sedangkan jenis kasus kekerasan yang terjadi, yakni kekerasan yang bersifat fisik sebanyak 19 kasus, psikis 1 kasus, kekerasan seksual 14 kasus, perebutan hak asuh 2 kasus, dan 3 kasus jenis kekerasan lainnya.

"Satu kasus kekerasan terkait penelantaran nihil terjadi berdasarkan data terakhir hingga Agustus 2025," kata Amir Paisol, Minggu 7 September 2025.

BACA JUGA: Satpol PP Paser Batasi Jam Operasional Live Music di Siring Kandilo, Kerap Ganggu Warga Sekitar

Berdasarkan jenis kasus kekerasan tersebut, selain kekerasan fisik, yang paling memprihatinkan juga dari banyaknnya terjadi kasus kekerasan seksual dengan korban yang seluruhnya diderita oleh perempuan.

Upaya penanganan yang dilakukan terhadap kasus kekerasan itu berupa pendampingan, mediasi, dan lebih terfokus pada pemulihan rasa trauma yang dialami korban.

"Biasanya laporan disampaikan ke kami itu dari pelimpahan kepolisian, jadi kami hanya melakukan pendampingan agar kasus itu tidak terjadi lagi di lingkungan sekitarnya," tuturnya.

Amir Paisol mengungkapkan, pelaku dari tindak kekerasan terhadap anak biasanya dilakukan bukan dari kalangan orang yang tidak dikenali, namun kerap dari lingkaran orang-orang terdekat korban.

BACA JUGA: Ganti Pemimpin, Ganti Kebijakan, Alasan Pedagang Pelataran Lantai 1 Kandilo Plaza Direlokasi

Orang terdekat yang dimaksud seperti anggota keluarga korban, orang di lingkungan terdekat korban; seperti tetangga, bahkan sampai terjadi di lingkungan sekolah.

"Secara umum di Kalimantan Timur (Kaltim), khususunya di Paser kasus kekerasan terhadap anak ini pelakunya dari orang-orang terdekat, beberapa kasus juga melibatkan pihak pendidik di lingkungan sekolah," ujarnya.

Terkait jumlah kasus kekerasan pada tahun lalu, DP2KB3A Paser belum bisa merilis data yang dikumpulkan, karena masih mengikuti perkembangan kasus kekerasan selama 2025 untuk perbandingan.

Menurutnya, dalam 5 bulan terakhir 2025 ini, kasus kekerasan bisa saja terus bertambah yang turut mempengaruhi terhadap jumlah kekerasan secara umum di Kaltim.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: