Serapan Anggaran Baru 38 Persen, DPRD Berau Soroti Mandeknya Proyek Fisik dan Proses Lelang
Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Berau, Subroto menyoroti rendahnya realiasi anggaran Pemkab Berau pada Semester I 2025.-(Disway Kaltim/ Azwini)-
BERAU, NOMORSATUKALTIM – DPRD Berau menyoroti lambatnya realisasi anggaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau pada semester pertama 2025 yang masih jauh dari target.
Hingga pertengahan tahun 2025, serapan anggaran Pemkab Berau, baru mencapai 38 persen.
Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto, mengungkapkan rendahnya capaian tersebut disebabkan karena banyak pekerjaan fisik di sejumlah OPD belum berjalan akibat masih berada pada tahap pengadaan.
“Kita evaluasi semester pertama, untuk penyerapan anggaran secara global itu masih rendah baru 38 persen karena beberapa pekerjaan fisik masih dalam proses lelang,” ungkap Subroto saat ditemui awak media usai rapat, Selasa, 22 Juli 2025.
BACA JUGA: Wakil Ketua II DPRD Kutim Nilai Ada Masalah Serius di Tim TAPD
BACA JUGA: Terdampak Batubara, APBD Kukar 2026 Diproyeksi Anjlok di Angka Rp7 Triliun
Ia menyebut, sejumlah proyek strategis di OPD dengan anggaran besar seperti Dinas PUPR, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pendidikan belum bisa dieksekusi karena proses pengadaan belum rampung.
"Dari total sekitar 400 paket pekerjaan, proses lelangnya sudah mendekati 90 persen. Tapi serapan anggarannya memang belum berjalan, karena semuanya masih dalam proses lelang," ujar Subroto.
Menurutnya, keterlambatan tersebut bukan semata karena kinerja OPD, melainkan karena sistem pengadaan yang belum berjalan maksimal.
Salah satu hambatan teknis yang terjadi di Unit Layanan Pengadaan (ULP) adalah soal keterbatasan sumber daya manusia di Unit Layanan Pengadaan (ULP).
BACA JUGA: Isu Penurunan Tipe RSUD Abdul Rivai Terjawab, Dinkes Kaltim Tegaskan Syarat Layanan Sudah Lengkap
BACA JUGA: Tiap Kecamatan di Berau Ditargetkan Dapat Bantuan 60 Unit Lampu Penerangan Jalan Umum
“Masalah utamanya bukan di dinas teknis, tapi lebih ke pelaksanaan lelangnya. Di ULP masih ada tenaga yang belum bersertifikat, jadi proses lelang agak terhambat,” ungkap Subroto.
Meski demikian, ia tetap optimistis serapan anggaran akan melonjak pada semester berikutnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
