Diskominfo Berau Hadirkan KIM, Warga Kini Punya Saluran Aspirasi dan Informasi
Kepala Diskominfo Kabupaten Berau, Didi Rahmadi-Maulidia Azwini/ Nomorsatukaltim-

BERAU, NOMORSATUKALTIM - Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah.
Salah satu langkah strategis yang tengah dijalankan adalah membentuk dan mengaktifkan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) sebagai kanal komunikasi dua arah antara warga dan pemerintah.
Pembentukan KIM mengacu pada Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika RI Nomor 4 Tahun 2024.
Regulasi tersebut menekankan bahwa KIM bersumber dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat, dengan tugas utama menyebarluaskan informasi sekaligus menampung aspirasi warga untuk diteruskan kepada pemerintah.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Berau, Didi Rahmadi, menyampaikan pembentukan KIM bukan sekadar perpanjangan tangan pemerintah, melainkan bagian dari sistem komunikasi yang bersifat dua arah.
Dengan keterlibatan aktif warga, informasi bisa lebih cepat menyebar, dan aspirasi pun lebih mudah ditangkap.
“KIM kami bentuk agar bisa menyalurkan informasi tentang program pemerintah sekaligus menyerap aspirasi dari warga untuk diteruskan ke OPD yang membidangi. Jadi bukan hanya satu arah,” ujarnya.
Upaya pembentukan KIM mulai digalakkan sejak akhir 2024. Diskominfo melaksanakan sosialisasi pemetaan dan penguatan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang melibatkan Lurah dan masyarakat. Surat resmi pun telah dikirimkan ke kelurahan dan kampung yang belum membentuk.
“Kami sudah melayangkan surat ke seluruh kelurahan dan kampung. Beberapa sudah langsung bergerak cepat membentuk KIM,” jelas Didi.
Hingga awal 2025, delapan KIM telah resmi dibentuk di antaranya KIM Bairum Kelurahan Bugis, KIM Info Terkini Kelurahan Tanjung Redeb, KIM Bebanir Bangun, KIM Basuli dan KIM Sarini dari Kelurahan Sambaliung, KIM Keraton Sambaliung, KIM Museum Gunung Tabur dan KIM Museum Siradj Teluk Bayur.
KIM yang telah terbentuk ini mulai menjalankan perannya dalam menyampaikan informasi program pembangunan dan menjembatani aspirasi masyarakat di wilayah masing-masing.
“KIM ini jadi saluran yang efektif untuk menyampaikan keluhan, saran, hingga laporan dari warga. Semua akan kami teruskan ke perangkat daerah terkait,” tambahnya.
Selain itu, Didi mengatakan pihaknya juga membentuk grup WhatsApp khusus anggotanya KIM yang dimanfaatkan sebagai jalur cepat penyebaran informasi dan klarifikasi isu.
Sistem ini juga memungkinkan arus komunikasi dari masyarakat dapat langsung diterima dan ditanggapi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

