Bagus Susetyo: Keadilan Sosial Harus Dirasakan Masyarakat Kecil di Tengah Pembangunan
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, saat diwawancara langsung usai Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Senin (2/6/2025), di Halaman Balai Kota Balikpapan.-(Disway Kaltim/ Salsa)-
BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menegaskan komitmennya untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat.
Khususnya terhadap kelompok rentan, di tengah gencarnya pembangunan dan dinamika Ibu Kota Nusantara (IKN).
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menyampaikan bahwa pihaknya menyadari masih tingginya angka pengangguran dan kemiskinan di Kota Minyak.
Hal tersebut menjadi perhatian utama pemerintah daerah dalam merancang program-program yang didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
BACA JUGA: Balikpapan Bangun Terminal Barang Pertama, Solusi Kemacetan dan Penguatan Ekonomi Logistik
BACA JUGA: BCT Tetap Gratis, Pemkot Balikpapan Masih Atur Skema Pengelolaan
"Ya, kita masih punya tanggung jawab besar karena angka pengangguran dan kemiskinan masih cukup tinggi. Itu yang kami coba jawab melalui program-program yang kami anggarkan lewat APBD Pemerintah Kota Balikpapan," katanya, saat diwawancara langsung NOMORSATUKALTIM, Senin (2/6/2025).
Pria yang akrab disapa Bagus itu menyebut, Pemkot Balikpapan telah menyiapkan sejumlah bantuan untuk anak-anak sekolah dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Oleh karenanya, upaya menarik investasi terus dilakukan agar dapat membangun kawasan industri di Balikpapan maupun Kalimantan Timur (Kaltim) secara umum.
"Dengan itu, lulusan sekolah maupun warga yang masih belum bekerja bisa mendapatkan lapangan kerja baru," ucapnya.
BACA JUGA: Pusaran Air di Teluk Balikpapan Dikonfirmasi sebagai Waterspout, BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem!
BACA JUGA: Banjir Genangi Jalan MT Haryono Balikpapan, Warga Masih Menanti Solusi Permanen
Tak hanya itu, Pemkot Balikpapan juga mendorong peningkatan keterampilan masyarakat melalui pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK).
Pelatihan ini, lanjutnya, menyasar berbagai kelompok, mulai dari anak muda, warga putus sekolah, korban pemutusan hubungan kerja (PHK), hingga ibu rumah tangga.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

