Bejaguran Jadi Magnet Baru Wisata Kukar, Akan Digelar 20-21 Juni 2025
Bejaguran atau pertarungan fisik khas Kutai Kartanegara (Kukar) tetap dilestarikan dan menjadi magnet wisata.-ist--

Banner Diskominfo Kukar 2025 Rev--
KUKAR, NOMORSATUKALTIM– Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadikan ajang Bejaguran (pertarungan fisik) bukan hanya sebagai olahraga tantangan, tetapi juga strategi promosi wisata lokal dan ekspresi budaya anak muda.
Event tahunan yang difasilitasi oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar ini kembali digelar dalam konsep yang lebih terbuka dan inklusif, dengan memanfaatkan ruang publik ikonik yang kini menjadi sorotan generasi muda.
“Kegiatan bejaguran ini memang salah satu yang kita fasilitasi melalui Dispora, karena ini bagian dari olahraga masyarakat, yaitu olahraga tantangan,” ujar Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, Selasa 27 Mei 2025.
Menurutnya, meskipun berasal dari istilah lokal yang berarti ‘berkelahi’, kegiatan ini telah berevolusi menjadi ajang yang lebih modern, profesional, dan tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas serta budaya asli Kutai.
“Tujuannya memberikan tempat bagi para atlet dan pemuda untuk mengadu skill secara sportif,” tambah Ali.
Tahun ini, Bejaguran Entertainment akan diselenggarakan di Taman Tanjong, Tenggarong, pada 20 hingga 21 Juni 2025 mendatang. Lokasi ini dipilih sebagai upaya mengenalkan Kukar sebagai daerah yang ramah bagi kegiatan komunitas, wisata, dan olahraga ekstrem yang tertib.
“Taman Tanjong adalah tempat wisata baru yang sangat representatif di tengah kota. Kami ingin tempat ini jadi favorit anak muda dan para olahragawan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Ali menyebut kegiatan ini juga menjadi alternatif hiburan yang mengedukasi masyarakat agar lebih memahami pentingnya kanal-kanal ekspresi yang tertib, terorganisir, dan menjauhi kekerasan jalanan.
“Minimal, jika ada anak muda yang punya sentimen pribadi, bisa disalurkan dalam ring, bukan di jalan,” katanya memberi contoh positif dari kegiatan ini.
Bejaguran tidak hanya sekadar pertarungan fisik, melainkan juga pertunjukan teknik, mental, dan budaya yang dikemas dengan atmosfer modern dan profesional. Para peserta wajib memahami aturan dasar, karena pertandingan dipimpin oleh wasit dan dinilai secara resmi oleh juri yang kompeten.
Tak hanya memberikan ruang bagi atlet lokal, event ini juga menarik perhatian komunitas olahraga luar daerah serta wisatawan lokal yang penasaran dengan kombinasi antara budaya, olahraga, dan hiburan khas Kukar.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Kukar punya potensi besar, tidak hanya dari segi sumber daya alam, tetapi juga energi pemudanya,” tambah Ali.
Melalui Bejaguran, pemerintah berharap generasi muda Kutai Kartanegara bisa lebih aktif memanfaatkan fasilitas publik untuk hal-hal yang produktif, serta menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehat yang menyatu dengan budaya lokal. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

