Bangkitkan Lahan Tidur, Paser Bersiap Garap 3.000 Hektare Rawa Jadi Sawah
DTPH Paser telah mendata 3.000 hektare rawa yang akan diubah menjadi lahan pertanian produktif.-(Disway Kaltim/ Sahrul)-
PASER, NOMORSATUKALTIM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser berencana membangunkan lahan tidur menjadi lahan produktif untuk mendukung program swasembada pangan.
Untuk merealisasikan program optimalisasi lahan dari Kementerian Pertanian, Kabupaten Paser akan fokus pada pemanfaatan rawa-rawa menjadi persawahan.
Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (DTPH) Paser telah mendata luas rawa yang masuk dalam program optimalisasi lahan melalui Brigade Pangan (BP), yakni seluas 3.000 hektare.
Ribuan hektare kawasan rawa itu dioptimalisasi karena termasuk lahan tidur yang perlu dimanfaatkan untuk tanaman padi.
BACA JUGA: Izin Kios Pupuk Subsidi Bisa Dicabut Jika Tak Disalurkan Tepat Sasaran
BACA JUGA: Pemkab Paser Minta Lurah Jangan Berkecil Hati karena Efisiensi Anggaran
"Nanti akan di-support dari Kementerian Pertanian bekerjasama dengan TNI dan pemerintah daerah, apa saja yang dibutuhkan untuk lahan itu," kata Kepala DTPH Paser, Erwan Wahyudi (30/4/2025).
Optimalisasi lahan nantinya tak hanya mengandalkan para petani, karena bisa bekerjasama dengan BP yang ditempatkan pada titik lahan yang dipetakan.
Dengan adanya kerjasama antar pihak, beleid ini dimaksudkan agar dapat mengelola lahan tidur secara maksimal. Sebab, optimalisasi lahan ditargetkan bisa mencakup seluruh lahan tidur.
"Ke depannya nanti tak hanya 3.000 hektare, tapi semua lahan tidur di Kabupaten Paser akan dikelola semuanya," ujarnya.
BACA JUGA: Pengadaan Bibit untuk Program Paser Berbuah Harus Melalui Koperasi Merah Putih
BACA JUGA: DPRD Paser Saran Bentuk Tugu Burung Tiung Dapat Dikaji Kembali
Luasan lahan yang berpotensi dikelola akan kembali diperiksa agar bisa diketahui berapa kepastian luasan lahan dan kebutuhan dalam pengelolaan lahan.
Hal itu ditujukan untuk mengindari kesalahan pengelolaan karena data yang diterima tidak akurat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
