Bankaltimtara

22 Titik di Samarinda Rawan Banjir saat Hujan Deras, Di Sini Lokasinya

22 Titik di Samarinda Rawan Banjir saat Hujan Deras, Di Sini Lokasinya

Salah satu titik banjir di Jalan Ahmad Yani.-istimewa-

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur Samarinda sejak pagi menyebabkan banjir di berbagai wilayah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda melaporkan adanya puluhan titik genangan air dan kejadian longsor, hingga pukul 11.30 WITA, Minggu (26/1/2025).

Kepala BPBD Samarinda, Suwarso mengungkapkan sebanyak 22 titik genangan banjir yang tersebar di berbagai wilayah dengan ketinggian air mencapai 50 cm.

"Ketinggian air di lokasi-lokasi tersebut berkisar antara 20 hingga 50 cm," jelasnya.

Adapun, Pendataan sementara, pada 22 titik genangan banjir ini terjadi di Jalan DI Pandjaitan, Simpang Gunung Kapur, Jalan Giri Mulyo hingga Jalan Untung Suropati.

BACA JUGA:Pemkot Samarinda Ziarah ke Taman Makam Pahlawan dan Pendiri Samarinda, Begini Pesan Wali Kota

BACA JUGA:Sekda Sri Tanggapi Pergub Pengelolaan Media Komunikasi Publik di Kaltim

Kawasan-kawasan strategis seperti Simpang Ringroad Jalan Pangeran Suryanata dan Simpang Lembuswana juga terdampak.

Selain banjir, beberapa bencana lain turut dilaporkan. Pohon tumbang terjadi di lingkungan area Balaikota sisi Jalan Bhayangkara, sementara longsor susulan terjadi di Jalan Damai Gang Villa Damai RT 31, Kelurahan Sidodamai.

Sebelumnya, longsor juga dilaporkan di Kelurahan Makroman pada Sabtu (25/1/2025) sore, dengan kerusakan ringan pada bagian belakang sebuah rumah.

Dengan kondisi hujan yang tidak menentu ini, Masyarakat kota Tepian diimbau untuk menghindari wilayah rawan banjir dan longsor demi keselamatan.

“Kami meminta warga menghindari area rawan banjir dan longsor, serta selalu waspada dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem ini,” ujar Suwarso.

BACA JUGA:Rayakan Hari Jadi Ke-5, Disway Kaltim Gelar Syukuran

Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan masih akan terus berlangsung. BPBD Samarinda juga mengimbau warga agar segera melaporkan kejadian darurat melalui hotline bencana jika benar-benar diperlukan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: