Ramalan Cuaca Kaltim, 17 Mei 2025, BMKG Terbitkan Peringatan Dini!
Cuaca Kaltim hari ini diprediksi dominan hujan dengan potensi hujan petir dan angin kencang.-(Ilustrasi/ Nomorsatukaltim)-
SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang untuk Kalimantan Timur (Kaltim), pada Sabtu (17/5/2025).
Dalam peringatan yang dikeluarkan pukul 04.50 WITA, cuaca buruk diperkirakan mulai terjadi sejak pukul 05.05 WITA di sejumlah wilayah.
Daerah terdampak meliputi Kabupaten Paser (Batu Sopang, Paser Belengkong, Kuaro, Long Ikis, Muara Komam, Long Kali, Batu Engau, Muara Samu), Kutai Kartanegara (Muara Muntai, Loa Kulu, Loa Janan, Anggana, Samboja, Muara Wis), serta Kutai Barat, Penajam Paser Utara, dan seluruh kecamatan di Kota Balikpapan.
BMKG menyebut potensi hujan lebat ini dapat meluas ke wilayah lain seperti Tanah Grogot, Samarinda, Kutai Timur, dan Mahakam Ulu, dengan kondisi diperkirakan berlangsung hingga pukul 07.30 WITA.
BACA JUGA: Rancangan Pergub Gratispol Kaltim Masuki Tahap Fasilitasi di Kemendagri
BACA JUGA: Peluang Investasi Besar, Pemkot Samarinda Tawarkan Kemudahan Perizinan Usaha dan Kerjasama
Sementara itu, ramalan cuaca harian BMKG menunjukkan sebagian besar wilayah Kalimantan Timur akan mengalami hujan ringan sejak pagi hingga siang hari.
Di antaranya Samarinda, Sepaku (IKN), Sendawar, Tenggarong, Tanah Grogot, Balikpapan, dan Penajam.
Hujan diprediksi berlanjut di beberapa daerah hingga malam hari.
Di wilayah pedalaman seperti Sendawar dan pesisir timur seperti Tanjung Redeb, BMKG memprakirakan adanya hujan ringan pada sore hari dan hujan petir pada malam hari.
BACA JUGA: Hasil Nihil, Operasi Pencarian Bocah Hilang di Pantai Borneo Bay Balikpapan Dihentikan
BACA JUGA: Sekolah Swasta di Kaltim Tak Lagi Tarik SPP dan Praktikum, Ini Syaratnya:
Tingkat kelembaban udara di daerah tersebut juga cukup tinggi, berkisar antara 69 hingga 99 persen.
Masyarakat diimbau waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya di daerah yang memiliki kerentanan terhadap banjir, longsor, dan gangguan aktivitas transportasi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

