Bankaltimtara

Krisis Air masih Terjadi di Samarinda, Warga Rela Antre hingga Dini Hari

Krisis Air masih Terjadi di Samarinda, Warga Rela Antre hingga Dini Hari

Waga Samarinda antre air bersih.-istimewa-

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM- Krisis air bersih di Kota Samarinda belum sepenuhnya teratasi meski distribusi air terus digenjot selama masa tanggap darurat kekeringan.

Hingga 14 September, sebanyak 880.100 liter air telah disalurkan ke 180 titik menggunakan 16 unit armada tangki.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, Suwarso mengatakan, distribusi masih diprioritaskan untuk kebutuhan dasar masyarakat dan sejumlah fasilitas pelayanan publik.

“Untuk kebutuhan air bersih sudah coba kita penuhi. Air bersih itu untuk minum dan masak. Untuk MCK memang selama ini belum bisa kita penuhi karena kita harus menyuplai banyak pihak,” kata Suwarso, Selasa, 15 September 2026.

BACA JUGA: Pelayanan Air Bersih di Samarinda Kembali Normal, Perumda Tirta Kencana Terus Pantau Kadar Klorida

Menurut dia, titik layanan mencakup ketua RT, masjid, sekolah, tempat ibadah, puskesmas hingga rumah sakit.

Kondisi tersebut membuat pemenuhan kebutuhan air untuk keperluan mandi, cuci dan kakus belum dapat dilakukan secara menyeluruh.

Wilayah yang terdampak paling awal akibat intrusi air laut, menjadi prioritas distribusi. Kecamatan Sambutan dan Palaran termasuk kawasan dengan permintaan tinggi.

“Di Palaran itu bahkan sampai jam 02.30 masih distribusi, masih antre. Di Sungai Kapih juga ada. Itu juga sampai pagi-pagi,” ujarnya.

BACA JUGA: Krisis Air Bersih di Sekolah Rakyat Samarinda, Siswa SMA Dipulangkan Sementara

Untuk mengurangi panjangnya antrean, BPBD menyiapkan tambahan tandon yang akan dibawa menggunakan kendaraan milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Sebanyak 10 dump truck (DT) disiapkan, masing-masing membawa dua tandon dengan kapasitas 2.200 liter.

Dengan skema tersebut, satu kendaraan dapat membawa sekitar 4.400 liter air dalam sekali pengiriman. Armada tambahan itu akan diarahkan ke titik yang membutuhkan dukungan untuk mempercepat pelayanan.

“Jadi nanti ada 10 DT yang disiapkan, diisi 2 tandon. Masing-masing tandon itu 2.200 liter, jadi sekali kirim kurang lebih 4.400 liter,” jelas Suwarso.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: