Bankaltimtara

Buruknya Drainase Jadi Biang Banjir di Perumahan STC IV Sangatta

Buruknya Drainase Jadi Biang Banjir di Perumahan STC IV Sangatta

Banjir merendam Perumahan STC IV Sangatta usai diguyur hujan deras, pada Kamis (23/10/2025) malam.-(Foto/ Istimewa)-

KUTAI TIMUR, NOMORSATUKALTIM - Hujan deras yang mengguyur wilayah Sangatta, Kutai Timur (Kutim), Kamis malam (23/10/2025), menyebabkan kawasan Perumahan STC IV di Jalan Padat Karya, terendam banjir. 

Ketinggian air di lokasi mencapai sebetis orang dewasa, menggenangi jalan utama hingga masuk ke rumah warga.

Banjir tersebut diduga akibat buruknya sistem drainase di sekitar perumahan. 

Saluran air kecil yang tidak berfungsi optimal membuat air hujan meluap dan mengalir ke jalan serta halaman rumah warga.

BACA JUGA: Banjir Genangi Permukiman di Bontang Usai Hujan Deras, Air Lambat Surut karena Laut Pasang

BACA JUGA: Langganan Banjir, RSUD AWS Samarinda Mulai Berbenah: Benahi Parit dan Tambah Ruang Terbuka Hijau

Salah seorang warga, Rini (33), mengatakan genangan parah itu bukan kali pertama terjadi. Setiap hujan lebat, air dengan cepat naik karena saluran air tersumbat.

“Kalau hujan lebat memang airnya tergenang, bahkan cepat naik. Ini karena saluran selokan-selokan kecil di sekitar perumahan ini tersumbat,” ujar Rini, Jumat, 24 Oktober 2025.

Beberapa rumah di sisi jalan tampak tergenang di bagian teras hingga ruang tamu. Warga terpaksa begadang untuk mengamankan barang-barang agar tidak rusak akibat air masuk ke dalam rumah.

“Tadi malam air sempat masuk sampai ke ruang tamu. Barang-barang basah semua. Kami sampai tidak bisa tidur karena takut air makin tinggi,” keluhnya.

BACA JUGA: Banjir Balikpapan Baru, Luapan Bendali Lumpuhkan Lalu Lintas di Simpang Suki 2 Jam Lebih

BACA JUGA: Pemkot Samarinda Panggil Pengembang, Pembangunan Perumahan Diduga Sebabkan Banjir Lumpur

Pantauan di lapangan menunjukkan sebagian besar parit di kawasan tersebut tampak dangkal dan tidak terawat. 

Kondisi itu membuat air hujan tidak dapat mengalir lancar ke saluran pembuangan utama. Akibatnya, air meluap dan menggenangi jalan perumahan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: