Bankaltimtara

Bahaya Merokok Setelah Makan: Ancaman Serius bagi Kesehatan Tubuh

Bahaya Merokok Setelah Makan: Ancaman Serius bagi Kesehatan Tubuh

Bahaya Merokok Setelah Makan: Ancaman Serius bagi Kesehatan Tubuh-istimewa-

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM - Merokok setelah makan masih menjadi kebiasaan yang umum di masyarakat, termasuk di Indonesia.

Padahal, kebiasaan ini dapat mempercepat penyerapan zat beracun ke dalam tubuh dan meningkatkan risiko berbagai penyakit yang berbahaya.

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, merokok merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit tidak menular, seperti penyakit jantung, stroke, dan kanker.

Menurut Australian Government Department of Health and Aged Care, zat kimia beracun dalam asap tembakau dapat mencapai otak, jantung, dan organ tubuh lainnya hanya dalam waktu 10 detik setelah seseorang mengisap rokok.

Merokok dapat membahayakan hampir seluruh bagian tubuh dan meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti penyakit paru-paru, penyakit jantung, dan kanker.

BACA JUGA:Putri Konglomerat Kalsel Haji Isam Borong 35 Persen Saham KFC

Dr. Dion Haryadi menjelaskan bahwa merokok setelah makan dapat mengganggu sistem pencernaan yang sedang aktif bekerja.

"Saat sistem pencernaan lagi aktif-aktifnya, kalau kamu merokok, maka nikotin pada rokok dapat ikut terserap dan mengganggu proses pencernaan ini," ungkap dr. Dion.

Selain itu, kebiasaan merokok setelah makan juga dapat menghalangi penyerapan vitamin dan mineral dari makanan.

Penelitian menunjukkan bahwa tubuh perokok lebih sulit menyerap zat gizi dibandingkan mereka yang tidak merokok.

BACA JUGA:Inventarisasi dan Penertiban Aset Daerah, Wabup Berau: Agar Tak Timbulkan Masalah Hukum

Dr. Dion menyarankan untuk berhenti merokok sepenuhnya, namun jika sulit, maka sebaiknya hindari merokok setidaknya 20 menit setelah makan terakhir.

 

Selain itu, ada beberapa tips lain yang dapat membantu mengurangi kebiasaan merokok, seperti:

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait