DPRD Balikpapan Soroti Pembangunan Infrastruktur dan Banjir, Minta Perhatian pada Kualitas Jalan
Ruas Jalan Mukmin Faisal yang menjadi penghubung antara wilayah Sepinggan Balikpapan Selatan dengan Manggar Balikpapan Timur.-istimewa-
BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Balikpapan, Budiono, menegaskan bahwa alokasi APBD harus mengikuti aturan yang jelas.
Rinciannya sebesar 20 persen harus dialokasikan untuk pendidikan, 10 persen untuk kesehatan, dan 40 persen untuk pembangunan infrastruktur.
Budiono menjelaskan pembangunan infrastruktur penting karena menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
BACA JUGA:DPRD Balikpapan: Truk Hauling Batu Bara Melintasi Jalan Publik Bisa Dipidana
BACA JUGA:Kencangkan Ikat Pinggang, Pemkot Balikpapan Bakal Hapus Acara Seremonial dan Batasi Perjalanan Dinas
“Ketika transportasi atau infrastruktur jalannya sudah bagus, itu akan menggerakkan ekonomi,” ucapnya beberapa waktu lalu.
Menurutnya, pembukaan jalur baru, seperti di kawasan Jalan Mukmin Faisal Sepinggan, mampu memangkas waktu tempuh dan menghidupkan perekonomian di sekitarnya.
Ia menilai manfaat distribusi barang dan mobilitas warga akan lebih cepat dengan adanya jalan baru.
BACA JUGA:Balikpapan Jadi Sorotan KPK, Capaian Tinggi tapi Tetap Rawan Korupsi
Namun, Budiono juga menyoroti kualitas pembangunan jalan di Balikpapan yang masih banyak menggunakan cor ready mix.
Masyarakat kerap memberikan masukan agar pemerintah lebih memilih hotmix ketimbang ready mix.
“Kalau tiga tahun sekali dicor dengan ready mix dan kualitasnya tidak bagus, otomatis jalan akan berlubang lagi. Lama-lama rumah warga bisa tenggelam, sementara drainasenya dangkal,” jelasnya.
Masalah kualitas jalan tersebut menjadi tantangan bagi DPRD dan Pemkot Balikpapan untuk menyesuaikan pilihan material infrastruktur.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

