Bankaltimtara

Kasus Baru HIV di Kaltim Capai 628 Kasus, Dinkes Kaltim Sebut Samarinda Tertinggi

Kasus Baru HIV di Kaltim Capai 628 Kasus, Dinkes Kaltim Sebut Samarinda Tertinggi

dr. Ivan Hariyadi-Mayang Sari/ Nomorsatukaltim-

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat, sepanjang Januari hingga Juli 2025, terdapat 628 kasus baru HIV di seluruh kabupaten dan kota.

Angka ini membuat Kaltim harus semakin waspada, sebab penularan masih terjadi di banyak kelompok masyarakat, termasuk generasi muda.

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, melalui Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, dr. Ivan Hariyadi menjelaskan, bahwa dari 10 kabupaten dan kota, kasus baru paling banyak ditemukan di Samarinda dengan 209 kasus. Disusul Balikpapan sebanyak 167 kasus, Kutai Kartanegara 74 kasus, serta Kutai Timur 74 kasus.

"Empat daerah ini memang tinggi, tapi hampir semua wilayah melaporkan ada kasus baru. Jadi penularan ini sudah menyebar ke banyak lapisan masyarakat," kata Ivan saat dikonfirmasi, Kamis 28 Agustus 2025.

BACA JUGA: 49 Pekerja THM di Berau Terdeteksi Positif HIV, Wajib Jalani Pengobatan Antiretroviral

Selain 4 daerah utama, data Dinkes mencatat, Berau 40 kasus, Bontang 31 kasus, Paser 21 kasus, Kutai Barat 11 kasus, Penajam Paser Utara 10 kasus, dan Mahakam Ulu 1 kasus. Dengan demikian, hampir tidak ada daerah yang bebas dari penularan.

Menurut Ivan, HIV dapat menular melalui pertukaran cairan tubuh, baik melalui hubungan seksual sejenis maupun lawan jenis, penggunaan jarum suntik secara bergantian, serta penularan dari ibu ke anak saat hamil atau melahirkan.

"Kalau ibunya positif, anaknya berpotensi tertular. Itu sebabnya, ibu hamil wajib menjalani pemeriksaan HIV sebagai bagian dari skrining kesehatan," jelas Ivan.

Ia menambahkan, perubahan pola pergaulan menjadi salah satu faktor meningkatnya risiko. Tren penggunaan media online dalam transaksi seks, misalnya, membuat upaya pencegahan dan pemeriksaan menjadi lebih sulit.

BACA JUGA: Sepanjangan Tahun 2024 Kasus HIV di Berau Melonjak

"Kalau dulu ada lokalisasi, petugas kesehatan bisa masuk untuk melakukan skrining. Sekarang, setelah lokalisasi ditutup, banyak aktivitas berpindah ke kos-kosan atau hotel melalui aplikasi. Ini membuat pengawasan menjadi lebih menantang," ungkapnya.

Obat Tersedia, tapi Harus Diminum Seumur Hidup

Meski belum ada obat yang bisa benar-benar menyembuhkan HIV, Ivan memastikan terapi antiretroviral (ARV) tersedia gratis di fasilitas kesehatan.

Obat ini tidak menghilangkan virus, tetapi mampu menekan jumlah virus sehingga pasien dapat hidup sehat dan beraktivitas normal.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait