Bankaltimtara

Warga Perbatasan RI-Malaysia di Mahulu Hadapi Ancaman Krisis Pangan

Warga Perbatasan RI-Malaysia di Mahulu Hadapi Ancaman Krisis Pangan

Infrastruktur jalan dan jembatan yang buruk menuju Kecamatan Long Apari, Mahulu menjadi penyebab utama krisis pangan di kawasan ini.-(Foto/ Istimewa)-

MAHULU, NOMORSATUKALTIM - Selama 2 bulan ini, masyarakat Mahulu terutama yang berada di wilayah Kecamatan Long Apari dihadapkan dengan bencana sulitnya mendapatkan bahan kebutuhan pokok. 

Wilayah kecamatan ini berbatasan langsung dengan negara tetangga, Malaysia. 

Soal harga bahan pokok di wilayah ini, jangan ditanya, sudah berlipat-lipat harganya. 

Bahkan untuk beras berukuran 25 kilogram (kg) sudah mencapai Rp 1 juta. 

Kenaikan harga ini merata di semua jenis bahan kebutuhan pokok, termasuk BBM. 

Kondisi ini disebabkan karena arus air Mahakam semakin surut, sebab akses transportasi di wilayah ini masih mengandalkan jalur Sungai Mahakam

Petinggi Kampung Tiong Ohang, Huseini mengungkapkan bahwa selama beberapa hari ini, warga setempat kesulitan. 

Karena akses transportasi lumpuh akibat surutnya sungai yang menjadi jalur utama pengangkutan sembako dan BBM.

BACA JUGA: Diduga Menabrak Batu, Speedboat Karam di Kawasan Riam Panjang Mahulu

“Speedboat ataupun longboat yang biasanya membawa barang, tidak bisa naik karena sungai surut. Akses kita satu-satunya memang hanya jalur sungai,” ungkap Huseini, Senin 28 Juli 2025.

Ia mengatakan, keberlangsungan hidup masyarakat di wilayah perbatasan berada dalam situasi yang tidak menentu. 

Ia menceritakan, saat kondisi kemarau dalam jangka waktu 3 hari saja, masyarakat setempat sudah khawatir. 

Apalagi jika kondisi ini berlangsung beberapa bulan seperti yang terjadi saat ini. 

Kondisi yang terjadi saat ini, kata dia, masyarakat di wilayah Long Apari sangat kesulitan mendapatkan bahan kebutuhan pokok, bahkan harus pergi jauh dari kampung ke wilayah hilir, dengan menggunakan perahu ces. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait