Hanya Pegal-Pegal

NUNUKAN – Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid kembali disuntik vaksin COVID-19 dosis kedua, Rabu (17/8) lalu. Bupati perempuan pertama di Kaltara ini, mengaku tidak ada gejala berat yang dirasakan.
Pada vaksinasi tahap pertama, beberapa waktu lalu, sepekan setelah divaksin, bupati yang karib disapa Laura ini, mengaku hanya merasakan pegal di bagian yang disuntik vaksin. "Beberapa hari saya amati dan dicek oleh dokter di rumah sakit, saya laporkan waktu itu memang tidak ada gejala atau reaksi apa pun, hanya ada rasa pegal-pegal di area suntikan tersebut, tapi itu biasa aja," ujar Laura, dikutip dari laman Pemkab Nunukan, kemarin. Karena itu, Laura kembali menyampaikan bahwa masyarakat tidak perlu takut divaksin. “Karena saya sendiri sudah mencoba dan merasakannya. Insya Allah tidak ada efek yang berlebihan seperti yang diinfokan," ujar Laura. “Karena ini merupakan ikhtiar kita, bagaimana mengurangi dan memutus rantai dari penyebaran COVID-19," sambungnya. Pengurus FKUB Nunukan, Sayid Abdullah pun menyampaikan bahwa vaksin sudah ditunggu-tunggu sejak lama. Untuk diberikan kepada tokoh agama. Karena merupakan sebuah ikhtiar pemerintah dalam menyelamatkan masyarakat. "Majelis Ulama sudah mengeluarkan tentang kehalalannya, jadi kami sangat mendukung tentang adanya vaksinasi di daerah kita ini," ujar Sayid. Sayid juga mengatakan bahwa dalam vaksin COVID-19 tidak ada paksaan, karena menurutnya, untuk melindungi diri. Jadi sifatnya untuk memberikan tambahan kekebalan dalam tubuh. "Jadi, dalam vaksin ini merupakan kewajiban kita, keluarga kita, bangsa kita, dan untuk terlepas dari wabah COVID-19," ujarnya. Sayid juga mengatakan bahwa dirinya baik baik saja, setelah disuntik vaksin. Ia mengaku seperti tidak pernah terjadi apa-apa. Karena itu, ia mengimbau masyarakat tidak takut divaksin. HMS/REICek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: