Bankaltimtara

RSUD RAPB PPU Segera Miliki Fasilitas CT Scan dan Cathlab Canggih

RSUD RAPB PPU Segera Miliki Fasilitas CT Scan dan Cathlab Canggih

Direktur RSUD RAPB PPU, dr Lukasiwan Eddy Saputro. -(Disway Kaltim/ Awal)-

PENAJAM PASER UTARA, NOMORSATUKALTIM - Kabar baik bagi masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Kualitas pelayanan kesehatan di Benuo Taka dipastikan akan mengalami peningkatan fasilitas.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Botung (RAPB) dijadwalkan segera menerima bantuan alat kesehatan (alkes) mutakhir dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia.

Direktur RSUD RAPB PPU, dr Lukasiwan Eddy Saputro, mengonfirmasi bahwa dua perangkat medis kelas berat yang akan hadir adalah unit Computed Tomography (CT) Scan dan Catheterization Laboratory (Cathlab).

Kehadiran kedua alat ini menjadi tonggak sejarah baru dalam upaya peningkatan fasilitas medis di daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) tersebut. Proses pengadaan alkes ini telah memasuki tahap akhir. 

BACA JUGA: DED Sudah Ada Sejak 2019, Pembangunan RSUD RAPB PPU Menjadi 4 Lantai Belum Dimulai

BACA JUGA: RSUD RAPB PPU Pamerkan Alat Tensi Robotik

Menurut Lukas, jika tidak terdapat kendala teknis, perangkat tersebut akan mulai mengisi ruang-ruang pelayanan RSUD RAPB pada kuartal kedua tahun 2026.

"Berdasarkan informasi yang kami terima, bantuan peralatan CT Scan dan Cathlab ini akan didistribusikan ke PPU pada bulan Mei, atau paling lambat pada bulan Juni mendatang," katanya, Selasa 7 April 2026.

Langkah modernisasi ini bukan tanpa alasan. Pengajuan bantuan ini merupakan inisiatif Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU sejak 2025. 

Tujuan utamanya adalah untuk memangkas angka rujukan pasien ke luar daerah, terutama untuk penyakit-penyakit kritis seperti gangguan kardiovaskular.

BACA JUGA: RSUD Ratu Aji Putri Botung Berbenah, SOP Medis Diperketat, Komunikasi Humanis jadi Prioritas

BACA JUGA: Imbas Efisiensi, Revitalisasi RSUD Ratu Aji Putri Botung Tunggu Keputusan Bupati PPU

Dengan adanya Cathlab, RSUD RAPB nantinya akan memiliki kemampuan untuk melakukan intervensi medis tingkat tinggi, seperti pemasangan ring jantung (stent), kateterisasi jantung untuk mendeteksi penyumbatan pembuluh darah, dan peningkatan rasio keselamatan bagi pasien serangan jantung darurat.

"Alat CT Scan dan Cathlab ini telah kami usulkan tahun lalu. Bersyukur, Kemenkes menyetujui usulan tersebut dan telah memasukkannya ke dalam mata anggaran tahun 2026," tambah Lukas.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: